Iklan 1060x90

Hari Kedua, Program POSS Kemenkumham Terus Diminati Para Akademisi, Litbang dan Pelaku Usaha di Sulteng

Dito Pieter
26 April 2024, April 26, 2024 WIB Last Updated 2024-04-26T07:54:08Z
MediaJawa – Memasuki hari kedua pelaksanaan, Program Patent One Stop Service (POSS) atau Layanan Paten Terpadu yang diinisiasi Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) bersama Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sulawesi Tengah (Kanwil Kemenkumham Sulteng) yang diselenggarakan di Universitas Tadulako (Untad) Kota Palu, Sulawesi Tengah, terus diminati oleh para akademisi, lembaga penelitian dan pengembangan (litbang), serta pelaku usaha. Kamis, (26/4/2024).

Tercatat, puluhan peserta begitu antusias mengikuti layanan ini, baik dari kalangan akademisi, litbang, maupun pelaku usaha. Pada hari kedua ini, peserta memanfaatkan layanan ini untuk mendapatkan informasi tentang penyusunan spesifikasi paten, asistensi penyelesaian/drafting paten hingga layanan konsultasi permasalahan yang dihadapi dilapangan terkait paten.

Salah satu peserta, Enny Adelina, seorang dosen Fakultas Pertanian di Universitas Tadulako, mengaku sangat terbantu dengan layanan ini.

“Saya sangat terbantu dengan layanan ini. Saya mendapatkan informasi yang sangat lengkap tentang pendaftaran hak paten, dan saya juga bisa konsultasi langsung dengan ahli paten,” ujar Enny.

Enny menambahkan bahwa layanan ini sangat bermanfaat bagi para akademisi yang ingin mengajukan hak paten atas hasil penelitian mereka.

“Layanan ini sangat bermanfaat bagi para akademisi yang ingin mengajukan hak paten atas hasil penelitian mereka. Dengan mengikuti layanan ini, kami jadi lebih mudah memahami proses pendaftaran hak paten,” terangnya.

Sementara itu, Haliadi, selaku Ketua Sentra KI Untad, juga mengungkapkan rasa terima kasihnya atas layanan ini.

“Saya sangat berterima kasih kepada Kemenkumham Sulteng dan DJKI atas layanan ini. Layanan ini sangat membantu saya dalam menyebarluaskan bagaimana sih cara tepatnya mendaftarkan paten pada hasil temuan teknologi kita,” ujar Haliadi.

Haliadi menambahkan bahwa layanan ini sangat mudah diakses dan informatif. Ia memastikan, akan intens memberikan informasi kepada seluruh dosen maupun pada mahasiswa.

“Layanan ini sangat mudah diakses dan informatif. Petugasnya juga ramah dan helpful,” terangnya.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulteng, Hermansyah Siregar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa layanan ini merupakan salah satu upaya Kemenkumham untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melindungi hak kekayaan intelektual.

“Layanan ini merupakan salah satu upaya Kemenkumham untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melindungi hak kekayaan intelektual. Dengan melindungi hak kekayaan intelektual, para inventor, inovator, dan pelaku usaha dapat meningkatkan nilai ekonomi dari hasil karya mereka,” ujar Hermansyah Siregar.

Hermansyah juga berharap agar layanan ini dapat membantu para akademisi, litbang, dan pelaku usaha di Kota Palu dalam mengembangkan inovasi dan meningkatkan daya saing mereka.

“Saya harap layanan ini dapat membantu para akademisi, litbang, dan pelaku usaha di Kota Palu dalam mengembangkan inovasi dan meningkatkan daya saing mereka,” harapnya.

Layanan Paten Terpadu tersebut akan dilaksanakan hingga tanggal 27 April 2024, kegiatan itu juga dilakukan sebagai upaya Kemenkumham Sulteng untuk menyemarakkan Hari Kekayaan Intelektual sedunia yang puncaknya pada tanggal 26 April 2024.

“Sebagai langkah kita juga agar Hari Kekayaan Intelektual hari ini, dapat berjalan meriah dan penuh manfaat dan dampak besar bagi kemajuan daerah. Selamat Hari Kekayaan Intelektual, mari daftar dan catatkan karya-karya kita,” tutup Hermansyah Siregar.

- Kanwil Kemenkumham Sulteng 
Komentar

Tampilkan

  • Hari Kedua, Program POSS Kemenkumham Terus Diminati Para Akademisi, Litbang dan Pelaku Usaha di Sulteng
  • 0

Berita Terkini

Iklan