Iklan 1060x90

Kemenkumham Sulteng: Diolah WBP, Tanaman Hidroponik dari Lapas Kolonodale Dicintai Masyarakat

Dito Pieter
21 April 2024, April 21, 2024 WIB Last Updated 2024-04-20T20:11:23Z
MediaJawa -  Tanaman hidroponik yang diolah oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Kolonodale, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, ternyata mendapat sambutan yang hangat dari masyarakat.

Sayuran segar dan berkualitas yang dihasilkan dari sistem hidroponik ini banyak digemari dan diminati oleh masyarakat, baik di sekitar Lapas maupun di luar daerah.

Salah satu pembeli setia tanaman hidroponik Lapas Kolonodale adalah Bapak Abdul Hamid, warga Kolonodale. Abdul Hamid mengaku sudah lama menjadi pelanggan produk hidroponik Lapas Kolonodale.

“Saya sudah lama beli sayur hidroponik di sini. Sayurnya segar dan harganya juga terjangkau,” ujarnya.

Bapak Abdul Hamid juga menambahkan bahwa dia sering merekomendasikan sayur hidroponik Lapas Kolonodale kepada teman-temannya dan tetangganya.

“Saya sering kasih tahu teman-teman dan tetangga saya untuk beli sayur di sini. Mereka juga suka dengan sayurnya,” terangnya.

Bapak Abdul Hamid, berharap agar Lapas Kolonodale terus mengembangkan usaha hidroponiknya dan meningkatkan kualitas produknya.

“Saya harap Lapas Kolonodale terus mengembangkan usahanya dan meningkatkan kualitas produknya. Saya yakin, produk hidroponik Lapas Kolonodale akan semakin diminati oleh masyarakat,” harapnya.

Kalapas Kelas IIB Kolonodale, Arifin Akhmad, mengaku senang dengan antusiasme masyarakat terhadap produk hidroponik Lapas Kolonodale.

“Kami senang sekali produk hidroponik Lapas Kolonodale mendapat sambutan yang positif dari masyarakat. Ini merupakan bukti bahwa WBP Lapas Kolonodale mampu menghasilkan produk yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Arifin.

Arifin menjelaskan bahwa usaha hidroponik Lapas Kolonodale merupakan salah satu program pembinaan kemandirian bagi WBP.

Selain melatih WBP untuk mengembangkan diri mereka, ia juga menyebut bahwa hal tersebut membantu mereka untuk lebih produktif dalam menjalani masa pembinaan di dalam Lapas.

“Kita mau mereka lebih produktif, adapun hasil penjualan sayuran hasil pembinaan hidroponik ini akan meningkatkan jumlah penyetoran penerimaan negara bukan pajak dan juga akan berdampak pada percepatan implementasi rencana aksi Pemasyarakatan tahun 2024,” tegasnya.

Sementara itu, menaungi Lapas Kolonodale, Hermansyah Siregar selaku Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sulawesi Tengah (Kakanwil Kemenkumham Sulteng) juga memberi apresiasi atas kegigihan para WBP dalam mengolah tanaman hidroponik tersebut.

Hermansyah Siregar berharap agar usaha hidroponik Lapas Kolonodale dapat membantu WBP dalam mendapatkan penghasilan tambahan dan meningkatkan keterampilan mereka.

“Inilah Pemasyarakatan saat ini, bagaimana para WBP dibekali keterampilan yang baik, agar bisa hidup lebih mandiri lagi, kita semua berharap usaha hidroponik ini dapat membantu WBP dalam mendapatkan penghasilan tambahan dan meningkatkan keterampilan mereka. Sehingga, setelah bebas nanti, mereka dapat kembali ke masyarakat dan hidup mandiri,” harap Kakanwil Hermansyah. Sabtu, (20/4/2024).

Hermansyah Siregar juga mengajak kepada masyarakat untuk terus mendukung produk-produk hasil karya WBP Lapas Kolonodale. Termasuk aneka sayuran hidroponik tersebut.

“Mari kita bersama-sama dukung produk-produk hasil karya WBP Lapas Kolonodale. Dengan membeli produk mereka, kita membantu mereka untuk mendapatkan penghasilan tambahan dan meningkatkan keterampilan mereka,” ajaknya.

Usaha hidroponik Lapas Kolonodale merupakan salah satu contoh nyata bagaimana WBP dapat diberdayakan dan menjadi produktif.

Dengan dukungan dari semua pihak, diharapkan WBP Lapas Kolonodale dapat kembali ke masyarakat dan hidup mandiri dengan bekal keterampilan yang mereka peroleh selama di Lapas.

- Kanwil Kemenkumham Sulteng 
Komentar

Tampilkan

  • Kemenkumham Sulteng: Diolah WBP, Tanaman Hidroponik dari Lapas Kolonodale Dicintai Masyarakat
  • 0

Berita Terkini

Iklan