MediaJawa — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru terus mengembangkan program pembinaan kemandirian Warga Binaan melalui produksi telur asin bermerek La New City, Kamis (29/01). Produk ini dikenal memiliki cita rasa khas dan berbeda, sehingga sering dikenal serta diminati oleh masyarakat Kotabaru.
Produksi telur asin La New City merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang bertujuan membekali Warga Binaan dengan keterampilan produktif dan bernilai ekonomi. Proses produksi dilakukan secara terstruktur dengan memperhatikan kualitas bahan, kebersihan, serta konsistensi rasa agar produk yang dihasilkan mampu bersaing di pasaran.
Kegiatan pembinaan ini tidak hanya berfokus pada hasil produksi, tetapi juga pada proses pembelajaran Warga Binaan, mulai dari pengolahan bahan baku, teknik pengasinan, hingga pengemasan produk. Dengan demikian, Warga Binaan mendapatkan pengalaman kerja yang dapat menjadi bekal setelah selesai menjalani masa pidana.
Kepala Lapas (Kalapas) Kotabaru Doni Handriansyah menyampaikan, “Pembinaan Kemandirian seperti produksi telur asin ini kami dorong agar Warga Binaan memiliki keterampilan nyata yang dapat dimanfaatkan untuk hidup mandiri dan produktif saat kembali ke masyarakat,” tegasnya.
Salah satu Warga Binaan yang terlibat dalam kegiatan tersebut, inisial PM, mengungkapkan manfaat yang dirasakannya. “Melalui kegiatan ini saya belajar keterampilan baru dan cara menghasilkan produk yang disukai masyarakat. Semoga dengan adanya kegiatan ini saya dapat lebih baik,” ungkapnya.
Melalui pengembangan produk telur asin La New City, Lapas Kotabaru mendukung pelaksanaan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya dalam penguatan pembinaan kemandirian dan pengembangan UMKM Warga Binaan agar lebih berdaya saing dan berkelanjutan.




