MediaJawa — Pembinaan kepribadian berbasis kerohanian terus dilaksanakan sebagai bagian dari proses pemasyarakatan yang humanis. Hal tersebut tercermin dalam kegiatan Pembinaan Kepribadian Kebaktian Warga Binaan Beragama Kristen yang digelar di Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Rabu (28/1/2026).
Kebaktian berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan diikuti secara antusias oleh warga binaan beragama Kristen. Suasana ibadah yang sederhana namun sarat makna menghadirkan ketenangan batin, menjadi ruang refleksi diri, serta menguatkan tekad warga binaan untuk terus berubah ke arah yang lebih baik.
Kegiatan kebaktian ini dipimpin oleh Pendeta Ibu Ester dari Gereja Bethel Indonesia (GBI) Banjarbaru, yang selama ini menjalin kerja sama dengan Lapas Narkotika Karang Intan dalam memberikan pelayanan dan pembinaan kerohanian bagi warga binaan beragama Kristen.
Pendeta Ibu Ester, yang memimpin jalannya kebaktian, menyampaikan pesan tentang kasih, pengampunan, dan kesempatan kedua dalam kehidupan. Ia menegaskan bahwa setiap manusia memiliki nilai dan kesempatan untuk berubah.
“Tuhan tidak pernah menutup pintu pertobatan bagi siapa pun. Di tempat ini, iman justru bisa tumbuh lebih kuat, dan dari sinilah lahir harapan serta kehidupan yang baru,” ujar Pendeta Ester dalam khotbahnya.
Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi warga binaan. Salah seorang warga binaan,Sialagan, mengungkapkan rasa syukur dan ketenangan batin yang ia rasakan setelah mengikuti kebaktian.
“Lewat kebaktian ini, saya merasa dikuatkan dan diingatkan untuk tidak menyerah. Kami merasa tetap dihargai sebagai manusia dan diberi kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik,” tuturnya dengan penuh haru.
Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menegaskan bahwa pembinaan kepribadian berbasis keagamaan merupakan bagian penting dari proses pemasyarakatan yang humanis.
“Kami berkomitmen memberikan hak beribadah bagi seluruh warga binaan sesuai keyakinannya. Pembinaan rohani seperti ini diharapkan mampu membentuk karakter, menumbuhkan kesadaran diri, serta mempersiapkan warga binaan agar siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” ungkap Kalapas Yugo.
Melalui kegiatan kebaktian ini, Lapas Narkotika Karang Intan tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan, tetapi juga menghadirkan ruang pemulihan batin bagi warga binaan. Nilai-nilai spiritual yang ditanamkan diharapkan menjadi fondasi kuat dalam proses perubahan, sehingga warga binaan mampu menjalani kehidupan yang lebih bermakna setelah bebas nanti.




