MediaJawa – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru terus mendorong pembinaan kemandirian Warga Binaan melalui pengembangan produk UMKM. Kali ini, Lapas Kotabaru menghadirkan inovasi baru berupa produksi keripik sukun, Sabtu (2/1) sebagai pengembangan dari produk sebelumnya seperti keripik pisang, singkong, dan tempe.
Kegiatan produksi keripik sukun dilaksanakan di area pembinaan kemandirian dengan melibatkan Warga Binaan secara aktif. Proses ini menjadi bagian dari pembekalan keterampilan kerja agar Warga Binaan memiliki bekal usaha yang bernilai ekonomi setelah selesai menjalani masa pidana.
Dalam pelaksanaannya, proses pembuatan keripik sukun dilakukan dengan memperhatikan aspek kehigienisan secara ketat. Mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, penggorengan, hingga pengemasan dilaksanakan sesuai standar kebersihan dan keamanan pangan.
Kepala Lapas (Kalapas) Kotabaru Doni Handriansyah menegaskan, “Kami memastikan seluruh tahapan produksi keripik sukun dilaksanakan secara higienis, mulai dari pengolahan hingga pengemasan, agar produk yang dihasilkan aman, berkualitas, dan memiliki nilai jual tinggi,” tegasnya.
Salah satu Warga Binaan berinisial PM menyampaikan antusiasmenya terhadap inovasi produk tersebut. “Selain belajar membuat produk baru, kami juga diajarkan menjaga kebersihan dan kualitas kemasan, sehingga hasilnya lebih layak dipasarkan,” ungkapnya.
Melalui inovasi ini, Lapas Kotabaru berkomitmen mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya pada aspek pembinaan Warga Binaan dan penguatan UMKM sebagai langkah menciptakan kemandirian dan daya saing produk hasil pembinaan.




