MediaJawa — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru terus memperkuat komitmen pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) melalui kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Rabu (21/1).
Sosialisasi dilaksanakan kepada masyarakat dan pengunjung layanan oleh Pokja Manajemen Perubahan dan Pelayanan Publik sebagai upaya memberikan pemahaman mengenai komitmen Lapas Kotabaru dalam mewujudkan pelayanan publik yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik korupsi. Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat agar turut mendukung terciptanya layanan yang profesional dan berintegritas.
Selain kepada masyarakat, sosialisasi juga diberikan kepada seluruh pegawai Lapas Kotabaru oleh Kepala Lapas Kotabaru. Dalam arahannya, Kalapas menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas harus dilandasi nilai PRIMA (Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel) sebagai budaya kerja dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan.
Kepala Lapas Kotabaru, Doni Handriansyah, menyampaikan bahwa pembangunan Zona Integritas menuju WBBM membutuhkan komitmen bersama dan konsistensi seluruh jajaran.
“Zona Integritas tidak hanya soal pemenuhan indikator, tetapi bagaimana nilai PRIMA benar-benar diterapkan dalam pola pikir, sikap, dan kinerja sehari-hari. Dengan semangat PRIMA, kami optimis Lapas Kotabaru mampu memberikan pelayanan yang bersih, berkualitas, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Pokja Manajemen Perubahan, Agus Rahmad Ramdhoni, menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan Zona Integritas.
“Melalui sosialisasi ini, kami ingin memastikan masyarakat memahami bahwa seluruh layanan di Lapas Kotabaru dilaksanakan secara transparan, sesuai prosedur, dan berlandaskan PRIMA. Dukungan dan pengawasan masyarakat menjadi penguat kami dalam mewujudkan WBBM,” ujarnya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Lapas Kotabaru berharap pembangunan Zona Integritas dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan, sekaligus mendorong terwujudnya pelayanan publik yang semakin profesional, akuntabel, dan terpercaya menuju WBBM.




