MediaJawa — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembinaan kepribadian Warga Binaan melalui kegiatan tausiyah agama yang dilaksanakan secara konsisten, Rabu (28/01). Kegiatan ini menjadi salah satu sarana pembinaan spiritual guna membentuk pribadi Warga Binaan yang lebih baik, berakhlak, dan bertanggung jawab.
Pelaksanaan tausiyah agama dilakukan secara rutin dengan melibatkan petugas pembinaan serta pembimbing rohani. Materi yang disampaikan menitikberatkan pada penguatan nilai keimanan, pembinaan moral, serta pemahaman keagamaan yang diharapkan mampu menjadi bekal Warga Binaan dalam menjalani masa pembinaan.
Kegiatan pembinaan kepribadian ini mendapat respons positif dari Warga Binaan karena memberikan ruang refleksi dan ketenangan batin. Melalui pendekatan keagamaan, Warga Binaan diajak untuk menyadari kesalahan, memperbaiki diri, dan membangun komitmen untuk menjalani kehidupan yang lebih baik ke depannya.
Kepala Lapas (Kalapas) Kotabaru Doni Handriansyah menyampaikan, “Pembinaan kepribadian melalui kegiatan keagamaan menjadi fondasi penting dalam proses pemasyarakatan. Kami berharap tausiyah yang dilaksanakan secara konsisten ini dapat memberikan perubahan nyata bagi sikap dan perilaku Warga Binaan,” tegasnya.
Sementara itu, Kasubsi Bimkemaswat Aditya Rosyalena menambahkan, “Kegiatan tausiyah agama ini terbukti memberikan dampak besar, baik dari sisi kedisiplinan maupun sikap Warga Binaan. Kami melihat adanya peningkatan kesadaran dan perilaku yang lebih positif dalam keseharian mereka,” jelasnya.
Melalui pembinaan kepribadian yang berkelanjutan ini, Lapas Kotabaru mendukung pelaksanaan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya dalam penguatan pembinaan Warga Binaan yang berorientasi pada perubahan sikap, mental, dan karakter agar siap kembali dan berperan aktif di tengah masyarakat.




