MediaJawa — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru kembali melaksanakan panen selada hidroponik sebagai bagian dari pembinaan kemandirian yang dilakukan secara berkelanjutan, Selasa (20/1). Dari area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), sebanyak 50 ikat selada hidroponik segar berhasil dipanen dan selanjutnya dipasarkan ke swalayan, menandai konsistensi pembinaan produktif yang tidak hanya berorientasi pada proses, tetapi juga hasil nyata.
Program budidaya selada hidroponik ini melibatkan Warga Binaan secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari penyemaian bibit, pengaturan nutrisi, pemeliharaan instalasi, hingga proses panen. Melalui metode pertanian modern ini, Warga Binaan dibekali keterampilan kerja yang relevan dengan kebutuhan pasar, sekaligus ditanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja sama.
Kepala Lapas Kotabaru, Doni Handriansyah, menyampaikan bahwa panen selada hidroponik yang dilakukan secara rutin menjadi indikator keberhasilan pembinaan kemandirian yang terarah dan berkelanjutan.
“Panen ini menunjukkan bahwa pembinaan kemandirian di Lapas Kotabaru berjalan konsisten dan produktif. Warga Binaan tidak hanya belajar, tetapi juga mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi,” ungkap Kalapas.
Ia menambahkan bahwa pengembangan pertanian hidroponik merupakan bentuk inovasi pembinaan yang adaptif terhadap perkembangan zaman serta peluang usaha di masyarakat.
Sementara itu, Petugas Pembina Kemandirian, Rangga Yudhanto, menjelaskan bahwa sistem hidroponik dipilih karena dinilai lebih efisien, higienis, dan mampu menghasilkan sayuran berkualitas tinggi.
“Kami fokus menjaga kualitas, mulai dari nutrisi hingga waktu panen, sehingga selada yang dihasilkan segar, bersih, dan layak dipasarkan ke swalayan,” jelasnya.
Panen selada hidroponik yang dilakukan secara berkelanjutan ini merupakan implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada aspek kemandirian pangan, sebagai upaya menghadirkan pembinaan produktif yang bernilai ekonomi dan berdampak nyata. Melalui program ini, Lapas Kotabaru terus berkomitmen membina Warga Binaan agar memiliki keterampilan, kemandirian, dan kesiapan untuk kembali berperan positif di tengah masyarakat.




