MediaJawa — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru terus mengembangkan program ketahanan pangan melalui perawatan sayuran kangkung yang dilakukan secara konsisten oleh Warga Binaan, Sabtu (31/01). Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian dengan memanfaatkan lahan sempit secara optimal dan produktif.
Perawatan tanaman kangkung dilakukan dengan metode sederhana namun terencana, mulai dari pengolahan media tanam, penyiraman rutin, hingga pemantauan pertumbuhan tanaman setiap hari. Pemanfaatan lahan sempit di area Lapas menjadi solusi inovatif untuk tetap menghasilkan sayuran berkualitas.
Program ini tidak hanya berfokus pada hasil panen, tetapi juga pada proses pembelajaran bagi Warga Binaan agar memiliki keterampilan bercocok tanam yang dapat diterapkan secara mandiri. Melalui kegiatan ini, Warga Binaan dilatih untuk disiplin, telaten, dan bertanggung jawab terhadap proses perawatan tanaman.
Kepala Lapas Kotabaru, Doni Handriansyah, menyampaikan bahwa pemanfaatan lahan terbatas merupakan bentuk kreativitas dalam pembinaan. “Kami mendorong Warga Binaan untuk tetap produktif dalam kegiatan pembinaan. Program perawatan kangkung ini sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya dalam penguatan pembinaan kemandirian,” tegasnya.
Salah satu Warga Binaan inisial S mengungkapkan bahwa perawatan rutin menjadi kunci menjaga kualitas kangkung. “Kami merawat kangkung setiap hari dengan cara yang tepat, hasilnya tetap bagus dan segar,” ujarnya.
Melalui kegiatan perawatan sayuran kangkung ini, Lapas Kotabaru berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan yang berkelanjutan dan bermanfaat. Upaya tersebut sekaligus mendukung pelaksanaan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026 dalam menciptakan Warga Binaan yang mandiri, produktif, dan siap berdaya guna di tengah masyarakat.




