Mediajawa – Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Martapura melaksanakan panen sayuran kangkung sebanyak 28 kilogram pada Senin (2/2) sebagai wujud dukungan terhadap Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada poin kemandirian pangan melalui program pertanian, perikanan, dan peternakan di Lapas dan Rutan dengan memanfaatkan lahan-lahan tidur (idle).
Panen kangkung ini merupakan hasil dari program pembinaan kemandirian yang dikelola secara produktif oleh Warga Binaan dengan pendampingan petugas. Lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal kini diolah menjadi sarana pembinaan berbasis pertanian yang mendukung ketahanan pangan serta peningkatan keterampilan Warga Binaan. Seluruh proses, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan, hingga panen, dilaksanakan secara langsung sebagai bagian dari pembinaan yang berkelanjutan.
Kepala LPP Martapura, Evi Loliancy, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dalam melaksanakan pembinaan yang produktif dan selaras dengan kebijakan pemasyarakatan. Menurutnya, pembinaan kemandirian melalui sektor pertanian tidak hanya menghasilkan produk pangan, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan kerja keras.
“Pemanfaatan lahan yang ada menjadi kegiatan produktif merupakan bagian dari upaya kami mendukung ketahanan pangan sekaligus membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang bermanfaat,” ujarnya.
Sementara itu, Rose Mery, Kepala Seksi Kegiatan Kerja, menambahkan bahwa program pertanian ini mendapat respons positif dari Warga Binaan karena memberikan pengalaman kerja yang aplikatif dan bernilai guna.
Hasil panen kangkung selanjutnya dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan konsumsi internal Lapas. Ke depan, LPP Martapura berkomitmen untuk terus mengembangkan pembinaan kemandirian berbasis ketahanan pangan secara berkelanjutan.
- LPP Martapura




