MediaJawa — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru bersinergi dengan Puskesmas Dirgahayu melaksanakan skrining Tuberkulosis (TB), HIV, dan Hepatitis bagi Warga Binaan Pemasyarakatan, Selasa (24/2). Sebanyak 150 Warga Binaan mengikuti kegiatan pemeriksaan kesehatan tersebut.
Skrining dilaksanakan secara terjadwal dan terkoordinasi oleh tenaga kesehatan guna memastikan proses pemeriksaan berjalan efektif dan sesuai standar medis. Kegiatan ini menjadi langkah preventif untuk mendeteksi dini potensi penyakit menular serta meminimalkan risiko penyebaran di lingkungan lapas.
Pelaksanaan skrining merupakan bentuk komitmen dalam memenuhi hak Warga Binaan atas pelayanan kesehatan yang layak sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan. Pelayanan kesehatan menjadi bagian penting dalam mendukung proses pembinaan yang komprehensif.
Kepala Lapas (Kalapas) Kotabaru Doni Handriansyah menyampaikan bahwa sinergi dengan instansi kesehatan sangat diperlukan dalam menjaga kondisi kesehatan Warga Binaan. “Kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam memastikan layanan kesehatan berjalan optimal serta menciptakan lingkungan lapas yang sehat dan kondusif,” tegasnya.
Perwakilan Puskesmas Dirgahayu, Aji Iskandar, menegaskan pentingnya deteksi dini melalui skrining rutin. “Dengan pemeriksaan ini, kondisi kesehatan Warga Binaan dapat terpantau sehingga penanganan dapat segera dilakukan apabila diperlukan,” jelasnya.
Kegiatan ini juga sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya dalam penguatan layanan dasar dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di UPT Pemasyarakatan. Sinergi yang terjalin diharapkan terus berlanjut demi mendukung pembinaan yang sehat dan berkelanjutan.




