MediaJawa — Semangat kemandirian terus tumbuh di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kotabaru melalui produksi keripik usus yang dilaksanakan pada Rabu, (25/2). Produk terbaru hasil olahan Warga Binaan ini menjadi inovasi dalam program pembinaan kemandirian berbasis keterampilan kerja.
Proses produksi dilakukan secara terstruktur, mulai dari pemilihan dan pembersihan bahan baku, perebusan dengan racikan bumbu khas, hingga tahap penggorengan dan pengemasan. Seluruh tahapan dikerjakan oleh Warga Binaan yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif, dengan pendampingan petugas untuk memastikan kualitas dan kebersihan produk tetap terjaga.
Meski tergolong sebagai produk baru, keripik usus tersebut menunjukkan potensi pasar yang menjanjikan karena mendapat respons positif dari masyarakat. Hal ini menjadi bukti bahwa hasil pembinaan mampu bersaing dan memiliki nilai ekonomi.
Kalapas Kotabaru, Doni Handriansyah, menyampaikan bahwa kegiatan produksi ini bukan sekadar aktivitas kerja, melainkan bagian dari proses pembentukan karakter dan peningkatan kompetensi.
“Produksi keripik usus ini menjadi wujud nyata pembinaan kemandirian. Kami ingin Warga Binaan memiliki keterampilan yang bernilai jual serta kesiapan mental untuk mandiri setelah selesai menjalani masa pidana,” ungkap Kalapas.
Kegiatan ini selaras dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya dalam aspek peningkatan pembinaan kemandirian dan pemasaran produk UMKM Warga Binaan. Melalui optimalisasi produksi dan perluasan pasar, Lapas Kotabaru berkomitmen mendukung transformasi Pemasyarakatan yang produktif, profesional, dan berdampak bagi masyarakat.




