Mediajawa — Menegaskan komitmennya dalam pelestarian lingkungan, Lapas Perempuan Kelas IIA Martapura kembali membuktikan bahwa limbah bukan sekadar sampah, melainkan potensi ekonomi. Melalui konsistensi penerapan program Zero Waste, jajaran Kegiatan Kerja (Giatja) bersama Warga Binaan kembali melakukan panen pupuk organik padat pada Kamis (12/2).
Hasil panen kali ini menunjukkan tren positif dengan perolehan 20 kg pupuk organik padat yang diproses secara mandiri di dalam Lapas. Pupuk ini merupakan hasil olahan limbah rumah tangga, khususnya sisa bahan makanan dari dapur Lapas, yang dikelola melalui proses fermentasi dan dekomposisi berkelanjutan.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja), Rose Mery KD, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang bertujuan untuk meminimalisir volume sampah sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan ramah lingkungan.
"Kami tidak ingin program ini hanya menjadi seremonial belaka. Fokus kami adalah keberlanjutan. Setiap harinya, limbah domestik Lapas dipilah dan diolah. Hari ini kita melihat hasilnya, 20 kg pupuk padat berkualitas tinggi siap digunakan. Ini adalah bukti nyata bahwa inovasi Zero Waste bisa berjalan berdampingan dengan pembinaan kemandirian," tegas Rose Mery.
Keberhasilan ini juga dirasakan manfaatnya oleh para warga binaan yang terlibat langsung dalam proses produksinya. W, salah satu warga binaan yang menjadi pengelola di area kompos, mengaku mendapatkan perspektif baru mengenai pengelolaan sampah.
"Awalnya saya mengira sampah dapur hanya akan berakhir di tempat pembuangan. Namun, setelah belajar di Giatja, saya tahu teknik mengolahnya agar tidak berbau dan menjadi pupuk yang subur. Sekarang, setiap ada sisa sayuran, kami langsung teringat untuk menjadikannya bahan kompos. Ilmu ini sangat berharga untuk saya bawa pulang nanti," ungkap W.
Melalui panen yang konsisten ini, Lapas Perempuan Martapura berharap dapat terus menekan angka timbulan sampah menuju lingkungan Lapas yang lebih asri dan produktif. Produk pupuk organik ini nantinya akan digunakan untuk menyokong kebutuhan area pertanian asimilasi Lapas, sekaligus menjadi contoh keberhasilan pemberdayaan masyarakat di balik jeruji besi yang berwawasan lingkungan.
- LPP Martapura




