MediaJawa — Produk aneka keripik dengan brand La-New City hasil karya Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru mengalami lonjakan pesanan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Selasa (17/3). Beragam varian seperti keripik pisang, singkong, dan keripik usus menjadi pilihan favorit masyarakat sebagai camilan khas lebaran, tersedia dalam kemasan kecil dan kemasan besar sesuai kebutuhan konsumen.
Peningkatan permintaan ini disambut dengan optimalisasi kegiatan produksi oleh Warga Binaan yang tergabung dalam program pembinaan kemandirian. Proses produksi dilakukan secara terstruktur mulai dari pemilihan bahan baku berkualitas, pengolahan, hingga pengemasan dengan standar kebersihan yang terjaga.
Kepala Lapas Kotabaru, Doni Handriansyah, menyampaikan bahwa tingginya minat masyarakat terhadap produk La-New City menjadi indikator keberhasilan pembinaan yang dilaksanakan. “Peningkatan pesanan ini menunjukkan bahwa produk Warga Binaan mampu bersaing dan diterima oleh masyarakat. Ini sejalan dengan komitmen kami dalam mendukung pembinaan yang produktif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Petugas Pembina Kemandirian, Aprilta Dwi Imasari, menambahkan bahwa pihaknya terus mendorong inovasi dan kualitas produk agar tetap diminati pasar. “Kami tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga pada peningkatan kualitas, variasi rasa, serta tampilan kemasan agar lebih menarik dan memiliki daya saing tinggi,” jelasnya.
Lebih lanjut, kegiatan ini juga selaras dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya dalam penguatan pemberdayaan Warga Binaan melalui pengembangan UMKM dan optimalisasi pemasaran produk hasil pembinaan. Melalui strategi pemasaran yang lebih luas, baik secara langsung maupun digital, diharapkan produk La-New City dapat menjangkau pasar yang lebih besar dan memberikan kontribusi nyata terhadap kemandirian ekonomi Warga Binaan.
Dengan kualitas produk yang terjaga dan dukungan pembinaan yang berkelanjutan, aneka keripik La-New City diharapkan tidak hanya menjadi produk unggulan Lapas Kotabaru, tetapi juga mampu menjadi bagian dari produk UMKM yang dikenal luas oleh masyarakat.




