MediaJawa — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru terus mengoptimalkan pembinaan kemandirian Warga Binaan melalui produksi peyek, khususnya selama bulan Ramadhan yang meningkatkan permintaan masyarakat, Sabtu (7/3). Kegiatan ini menjadi sarana untuk melatih keterampilan produktif sekaligus menjaga kualitas dan higienitas produk yang dihasilkan.
Proses produksi dilakukan secara terstruktur mulai dari pemilihan bahan baku, pencampuran adonan, penggorengan, hingga packing. Setiap tahap dikerjakan dengan memperhatikan kebersihan dan standar kualitas agar peyek yang dihasilkan renyah, lezat, dan layak dipasarkan.
Kepala Lapas Kotabaru (Kalapas), Doni Handriansyah, menyampaikan bahwa lonjakan produksi selama Ramadhan harus diimbangi dengan kualitas yang konsisten. “Kami menekankan pentingnya higienitas dan mutu produk, sekaligus memastikan Warga Binaan tetap terlibat aktif dalam kegiatan yang mendidik dan produktif,” tegasnya.
Salah satu Warga Binaan berinisial AN menambahkan bahwa keterlibatan dalam produksi peyek memberikan pengalaman berharga. “Kami belajar menjaga kebersihan, konsistensi rasa, dan ketelitian dalam setiap tahap produksi. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk keterampilan yang bisa digunakan setelah kembali ke masyarakat,” ungkapnya.
Pelaksanaan kegiatan ini sejalan dengan komitmen Lapas Kotabaru PRIMA (Profesional, Responsif, Integritas, Modern, Akuntabel) dalam memperkuat pembinaan kemandirian Warga Binaan serta mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026 melalui kegiatan produktif yang berkelanjutan.




