MediaJawa – Upaya membangun keterbukaan informasi dan mempererat hubungan dengan masyarakat terus dilakukan oleh Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Amuntai. Kali ini, tim Humas Lapas Kelas IIB Amuntai menggelar rapat internal bersama Kepala Lapas guna meningkatkan kualitas output publikasi serta memperkecil jarak antara lembaga pemasyarakatan dengan masyarakat luas, Kamis (5/3).
Rapat yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh evaluasi tersebut membahas strategi penguatan konten, peningkatan kualitas narasi berita, serta optimalisasi pemanfaatan media sosial sebagai sarana transparansi dan edukasi publik. Humas tidak hanya dituntut cepat dalam menyampaikan informasi, tetapi juga mampu menghadirkan cerita-cerita pembinaan yang menyentuh sisi kemanusiaan.
Kepala Lapas Kelas IIB Amuntai, Gusti Iskandarsyah, menegaskan bahwa peran humas bukan sekadar mendokumentasikan kegiatan, tetapi menjadi jembatan yang menghubungkan proses pembinaan di dalam lapas dengan pemahaman masyarakat di luar tembok.
“Saya ingin masyarakat luas dapat mengetahui apa yang selama ini tidak terlihat oleh mereka. Cukup dengan sentuhan jempol melalui gadget, mereka bisa melihat bahwa di dalam sini ada proses pembinaan, ada harapan, ada perubahan. Kita ingin membangun kepercayaan publik melalui keterbukaan informasi yang positif dan berimbang,” tegas Gusti.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa publikasi yang baik akan berdampak langsung terhadap Warga Binaan (WB). Ketika masyarakat mengetahui adanya pelatihan keterampilan, pembinaan keagamaan, hingga program kemandirian, maka stigma perlahan dapat terkikis dan ruang penerimaan sosial bagi WB setelah bebas akan semakin terbuka.
Melalui penguatan strategi komunikasi ini, Lapas Kelas IIB Amuntai berkomitmen menghadirkan informasi yang bukan hanya informatif, tetapi juga inspiratif. Karena pada akhirnya, di balik jeruji terdapat proses pembinaan yang nyata—dan melalui sentuhan jempol, cerita perubahan itu kini dapat menjangkau siapa saja, di mana saja.




