MediaJawa — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru melaksanakan koordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Kotabaru pada Kamis, (5/3). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya memperkuat sinergi dalam mendukung program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan melalui pengembangan keterampilan kerja yang produktif dan berkelanjutan.
Koordinasi tersebut membahas peluang dukungan pelatihan kerja serta penguatan sarana dan prasarana yang dapat menunjang kegiatan pembinaan kemandirian di Lapas Kotabaru, khususnya pada program pelatihan keterampilan yang berorientasi pada peningkatan kompetensi kerja bagi Warga Binaan.
Kepala Lapas Kelas IIA Kotabaru, Doni Handriansyah, melalui Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Mawardi, menyampaikan bahwa sinergi dengan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pembinaan yang diberikan kepada Warga Binaan.
“Pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dalam proses reintegrasi sosial. Melalui koordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, kami berharap program pelatihan kerja bagi Warga Binaan dapat semakin berkembang sehingga mereka memiliki keterampilan yang bermanfaat setelah kembali ke masyarakat,” ujar Mawardi.
Mawardi juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kotabaru yang selama ini aktif mendukung berbagai program pembinaan di Lapas Kotabaru. Dukungan tersebut dinilai memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas pelatihan serta pengembangan keterampilan bagi Warga Binaan.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Kotabaru, Saperiani, menyambut baik upaya koordinasi yang dilakukan oleh Lapas Kotabaru. Ia menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung program pembinaan yang berorientasi pada peningkatan keterampilan kerja.
“Kami mengapresiasi langkah Lapas Kotabaru dalam mengembangkan pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan. Pada prinsipnya kami siap mendukung program pelatihan kerja yang dapat memberikan manfaat nyata serta meningkatkan kemampuan produktif Warga Binaan,” ungkap Saperiani.
Kegiatan ini sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya dalam penguatan pembinaan kemandirian dan pemberdayaan ekonomi Warga Binaan. Melalui sinergi lintas sektor, diharapkan program pembinaan di Lapas Kotabaru dapat terus berkembang serta memberikan bekal keterampilan yang bermanfaat bagi Warga Binaan dalam menata kehidupan setelah bebas.




