MediaJawa — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru melaksanakan kegiatan skrining penyakit tidak menular bagi Warga Binaan pada Senin (9/3) di Aula Lapas Kotabaru. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan layanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan sekaligus langkah deteksi dini terhadap berbagai penyakit tidak menular.
Skrining kesehatan tersebut dilaksanakan oleh tim kesehatan dari Puskesmas Dirgahayu bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kotabaru. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan ketertiban serta pengamanan selama kegiatan berlangsung. Sebanyak 100 orang Warga Binaan turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Adapun pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengecekan tekanan darah, tinggi badan, berat badan, lingkar perut, skrining kesehatan jiwa, pemeriksaan kesehatan gigi, skrining kebiasaan merokok, serta pemeriksaan laboratorium sederhana. Melalui rangkaian pemeriksaan ini diharapkan kondisi kesehatan Warga Binaan dapat terpantau secara lebih menyeluruh.
Kepala Lapas Kelas IIA Kotabaru, Doni Handriansyah, menyampaikan bahwa kegiatan skrining ini merupakan bentuk komitmen Lapas Kotabaru dalam memberikan layanan kesehatan yang optimal bagi Warga Binaan.
“Kami terus berupaya memastikan layanan kesehatan bagi Warga Binaan berjalan dengan baik. Melalui kegiatan skrining ini diharapkan dapat dilakukan deteksi dini terhadap penyakit tidak menular sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat,” ujar Doni.
Sementara itu, Koordinator Penyakit Tidak Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Kotabaru, Rafiah Mahmudah, S.Kep., Ns., menjelaskan bahwa skrining ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala sekaligus memantau kondisi kesehatan Warga Binaan.
“Melalui skrining ini kami dapat melakukan deteksi dini terhadap faktor risiko penyakit tidak menular. Harapannya, Warga Binaan dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan serta menerapkan pola hidup yang lebih sehat,” jelas Rafiah.
Kegiatan ini menjadi bentuk sinergi antara Lapas Kotabaru dengan instansi kesehatan daerah dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi Warga Binaan. Pelaksanaan skrining tersebut juga sejalan dengan penerapan tata nilai PRIMA yaitu Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel dalam penyelenggaraan layanan pemasyarakatan, khususnya dalam memastikan kesehatan Warga Binaan tetap terpantau selama menjalani masa pembinaan.




