MediaJawa – Suasana penuh kehangatan dan kepedulian terasa di Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan. Melalui program sederhana namun bermakna, Kepala Lapas menghadirkan layanan cukur rambut gratis bagi warga binaan, sebagai bentuk perhatian terhadap kebersihan dan penampilan mereka (24/03/2026).
Sebanyak 30 warga binaan mendapatkan kesempatan untuk merapikan rambut secara gratis dalam kegiatan yang berlangsung dengan tertib dan penuh antusias. Program ini tidak hanya bertujuan menjaga kerapian, tetapi juga menjadi wujud nyata pembinaan yang menyentuh aspek kemanusiaan.
Di tengah keterbatasan, momen ini menjadi penyegar bagi warga binaan. Senyum dan rasa percaya diri tampak terpancar usai mereka mendapatkan layanan tersebut. Bagi sebagian dari mereka, perhatian kecil seperti ini memiliki arti besar dalam menjalani hari-hari di dalam lapas.
Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan pembinaan yang lebih humanis.
“Kami ingin memastikan bahwa warga binaan tetap mendapatkan perhatian, tidak hanya dari sisi pembinaan mental dan keterampilan, tetapi juga dari hal-hal sederhana seperti kebersihan dan kerapian diri. Program cukur gratis ini adalah bentuk kepedulian kami agar mereka tetap merasa dihargai dan percaya diri,” ujar Yugo.
Salah satu warga binaan berinisial YT mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya sangat berterima kasih atas perhatian dari bapak Kalapas. Dengan dicukur rapi seperti ini, rasanya lebih segar dan percaya diri. Hal kecil seperti ini sangat berarti bagi kami di sini,” ungkapnya.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembinaan di Lapas Narkotika Karang Intan tidak hanya berfokus pada aturan dan kedisiplinan, tetapi juga menghadirkan sentuhan kemanusiaan yang memberikan dampak positif secara psikologis.
Melalui program-program seperti ini, Lapas Karang Intan terus berkomitmen menciptakan lingkungan yang lebih humanis, sekaligus membangun kembali rasa percaya diri warga binaan sebagai bekal mereka untuk kembali ke masyarakat.




