MediaJawa — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru terus mengembangkan pembinaan kemandirian melalui kegiatan pembuatan pola kain sasirangan oleh Warga Binaan, Kamis (26/3). Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya dalam pengembangan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Dalam prosesnya, Warga Binaan diajarkan teknik dasar pembuatan pola sasirangan, mulai dari perancangan motif, pengikatan kain, hingga persiapan pewarnaan. Sasirangan sendiri menjadi salah satu produk unggulan Lapas Kotabaru yang terus dikembangkan karena memiliki nilai seni dan potensi ekonomi yang tinggi.
Kepala Lapas Kelas IIA Kotabaru, Doni Handriansyah, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam mendorong kemandirian Warga Binaan melalui produk bernilai jual. “Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan keterampilan Warga Binaan melalui produk unggulan seperti sasirangan. Hal ini sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026 dalam mendorong penguatan UMKM,” ungkapnya.
Salah satu Warga Binaan M mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. “Saya merasa bangga bisa belajar membuat pola sasirangan. Selain menambah keterampilan, kegiatan ini juga memberikan harapan untuk bisa mandiri setelah bebas nanti,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kotabaru berharap Warga Binaan mampu menghasilkan produk berkualitas serta berdaya saing, sekaligus mendukung pengembangan UMKM di lingkungan pemasyarakatan.




