MediaJawa - Dalam upaya meningkatkan produktivitas program ketahanan pangan, Lapas Amuntai membangun keramba baru untuk budidaya ikan lele di area kolam pembinaan. Pembuatan keramba dilakukan secara mandiri dengan memanfaatkan rangka kayu dan bambu, sehingga lebih efisien dari segi biaya namun tetap kokoh dan ramah lingkungan.
Keramba ini dirancang untuk memaksimalkan penggunaan ruang kolam, memudahkan pengelolaan pakan, serta meningkatkan kontrol terhadap pertumbuhan ikan. Dengan sistem sekat, proses pemeliharaan, pemanenan, hingga pemantauan kesehatan ikan menjadi lebih terstruktur. Selain itu, model keramba apung membantu menjaga kualitas air tetap stabil karena sirkulasi berlangsung alami.
Program budidaya lele ini melibatkan warga binaan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian dan keterampilan kerja. Diharapkan, peningkatan efektivitas produksi melalui penggunaan keramba dapat mendukung ketersediaan bahan pangan internal sekaligus menjadi bekal keterampilan setelah masa pembinaan berakhir.
Kepala Lapas Amuntai, Gusti Iskandarsyah, menyampaikan bahwa pembangunan keramba ini merupakan langkah nyata dalam mengoptimalkan potensi yang ada di lingkungan lapas. “Melalui inovasi budidaya lele dengan sistem keramba, kami ingin meningkatkan hasil produksi sekaligus memberikan keterampilan praktis bagi warga binaan agar bermanfaat saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Ke depan, pihak lapas berencana menambah jumlah keramba serta mengembangkan program budidaya perikanan lainnya guna memperkuat pembinaan berbasis produktivitas dan kemandirian.




