MediaJawa – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Rantau melaksanakan kegiatan Pembinaan Kerohanian melalui ceramah agama/tausiyah yang disampaikan oleh perwakilan dari Kementerian Agama Kabupaten Tapin pada Rabu (11/03) bertempat di Masjid Al-Hidayah Rutan Rantau. Kegiatan tersebut berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh warga binaan pemasyarakatan sebagai bagian dari upaya pembinaan mental dan spiritual selama menjalani masa pidana.
Ceramah agama disampaikan oleh Muhardi Fajar yang memberikan tausiyah tentang pentingnya memperkuat keimanan, memperbaiki diri, serta menjadikan masa pembinaan di dalam rutan sebagai momentum untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Dalam penyampaiannya, ia juga mengangkat materi tentang tauhid sebagai landasan utama dalam kehidupan seorang muslim, yaitu meyakini bahwa segala sesuatu berasal dari Allah dan hanya kepada-Nya manusia bergantung. Melalui pemahaman tauhid yang kuat, diharapkan warga binaan mampu menata kembali kehidupan dan memperbaiki diri dengan penuh kesadaran serta keikhlasan.
Kepala Rutan Kelas IIB Rantau, Renaldi Hutagalung, menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan kerohanian merupakan salah satu program penting dalam proses pembinaan warga binaan. Menurutnya, pembinaan spiritual diharapkan mampu memberikan ketenangan batin sekaligus membentuk karakter yang lebih baik bagi warga binaan. “Melalui kegiatan ceramah agama ini, kami berharap warga binaan dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Renaldi.
Sementara itu, Muhardi Fajar dalam tausiyahnya juga menekankan pentingnya sikap syukur dalam kehidupan sehari-hari. Ia menjelaskan bahwa Allah telah menjanjikan akan menambah nikmat bagi hamba-Nya yang senantiasa bersyukur. “Apabila kita bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah, maka Allah akan menambahkan nikmat tersebut tanpa pengecualian. Sebaliknya, apabila manusia tidak bersyukur, maka nikmat itu bisa saja diambil kembali oleh Allah,” ungkapnya di hadapan para warga binaan yang mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian.
Selama kegiatan pembinaan kerohanian berlangsung, petugas juga melakukan dokumentasi sebagai data dukung laporan kegiatan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan pembinaan spiritual bagi warga binaan di Rutan Kelas IIB Rantau dapat terus berjalan secara berkelanjutan sebagai bagian dari proses pembentukan pribadi yang lebih baik dan siap kembali ke masyarakat.




