MediaJawa — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru terus memperkuat program pembinaan melalui pemenuhan hak pendidikan bagi Warga Binaan dengan menggelar kegiatan pendidikan kesetaraan Paket C, Rabu (22/4). Program ini menjadi langkah nyata dalam membuka akses pendidikan setara Sekolah Menengah Atas (SMA) bagi Warga Binaan sebagai bekal menghadapi kehidupan setelah masa pidana.
Sebanyak tujuh Warga Binaan mengikuti kegiatan pembelajaran dengan penuh semangat. Pada pertemuan kali ini, materi matematika diberikan oleh petugas Lapas bersama peserta magang, yang dikemas secara interaktif guna memudahkan pemahaman peserta. Suasana belajar yang kondusif turut mendorong partisipasi aktif Warga Binaan dalam mengikuti setiap sesi pembelajaran.
Kepala Lapas Kelas IIA Kotabaru, Doni Handriansyah, menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi Warga Binaan.
“Pendidikan adalah kunci perubahan. Melalui program Paket C ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk meningkatkan kapasitas diri, sehingga saat kembali ke masyarakat mereka memiliki bekal pengetahuan dan kepercayaan diri untuk menjalani kehidupan yang lebih baik,” tegasnya.
Salah satu Warga Binaan berinisial G mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan. “Program ini sangat membantu kami. Selain menambah ilmu, kami juga jadi lebih optimis menata masa depan setelah bebas nanti,” ujarnya.
Pelaksanaan program Paket C ini tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan akademik, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter, kedisiplinan, serta tanggung jawab. Hal ini sejalan dengan upaya menciptakan pembinaan yang menyeluruh dan berorientasi pada perubahan perilaku.
Melalui program ini, Lapas Kotabaru turut mendukung pelaksanaan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya dalam pemenuhan hak pendidikan dan peningkatan kualitas pembinaan kepribadian. Diharapkan, Warga Binaan dapat menjadi individu yang lebih siap, mandiri, dan produktif saat kembali ke tengah masyarakat.




