MediaJawa — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru kembali menggelar razia insidentil sebagai langkah deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib), Selasa (21/4) sore. Kegiatan yang dilaksanakan di Blok Hunian C ini dipimpin langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP), Ricky Wirando bersama Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Adm. Kamtib), Mawardi serta jajaran petugas pengamanan.
Razia dilakukan dengan menyasar kamar hunian dan badan Warga Binaan secara menyeluruh, dengan tetap mengedepankan prosedur yang berlaku serta memperhatikan aspek keamanan dan ketertiban. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Lapas Kotabaru dalam menjaga lingkungan pemasyarakatan yang aman dan kondusif.
Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak seharusnya berada di dalam blok hunian, di antaranya korek api, lampu, kipas, parfum, kepala charger, terminal listrik, benda rakitan, sendok, serta satu buah case handphone. Seluruh barang tersebut kemudian diamankan untuk selanjutnya dilakukan pendataan dan penanganan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepala Lapas Kelas IIA Kotabaru, Doni Handriansyah, menegaskan bahwa razia akan terus dilakukan secara rutin maupun insidentil sebagai bentuk komitmen dalam mencegah potensi gangguan kamtib.
“Razia ini merupakan langkah preventif untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang beredar di dalam Lapas. Kami berkomitmen menjaga lingkungan tetap aman dan tertib serta menindak tegas setiap pelanggaran,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP), Ricky Wirando, menegaskan bahwa kegiatan razia merupakan bentuk keseriusan jajaran pengamanan dalam menjaga stabilitas keamanan di dalam Lapas.
“Kami tidak akan memberikan ruang bagi barang-barang terlarang di dalam blok hunian. Razia ini akan terus kami laksanakan secara konsisten sebagai langkah deteksi dini dan pencegahan gangguan keamanan,” ujarnya.
Kegiatan razia berjalan dengan tertib dan lancar. Melalui upaya ini, Lapas Kotabaru terus memperkuat langkah deteksi dini serta memastikan stabilitas keamanan tetap terjaga demi mendukung pelaksanaan pembinaan yang optimal.




