MediaJawa - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Amuntai kembali menunjukkan komitmennya dalam memenuhi hak beribadah bagi seluruh warga binaan. Pada Senin (13/4), Lapas Amuntai memfasilitasi kegiatan ibadah bagi warga binaan beragama Buddha dengan menghadirkan seorang pendeta dari Halong, Balangan, yakni Mas Murni.
Kegiatan ibadah berlangsung dengan khidmat dan penuh kekeluargaan. Menariknya, dalam pelaksanaan kali ini, warga binaan juga mendapat kesempatan untuk didampingi oleh anggota keluarga mereka, sehingga menambah suasana haru dan kedekatan emosional selama prosesi berlangsung.
Saat ini, tercatat sebanyak tujuh warga binaan di Lapas Amuntai yang beragama Buddha. Meski jumlahnya tidak banyak, pihak lapas tetap berupaya memberikan pelayanan keagamaan secara maksimal.
Pendeta Mas Murni menyampaikan apresiasinya terhadap upaya yang dilakukan oleh pihak lapas. Ia menilai kegiatan ini sangat penting untuk menjaga ketenangan batin para warga binaan.
“Saya sangat mengapresiasi inisiatif dari Lapas Amuntai yang telah memfasilitasi ibadah ini. Walaupun dengan segala keterbatasan, semangat para warga binaan untuk beribadah sangat luar biasa. Ini menjadi bagian penting dalam proses pembinaan mental dan spiritual mereka,” ujar Mas Murni.
Salah satu warga binaan, Giliansyah, mengaku bersyukur dapat mengikuti ibadah tersebut, terlebih dengan kehadiran keluarga yang memberikan dukungan moral.
“Saya merasa sangat bahagia bisa beribadah hari ini, apalagi didampingi keluarga. Ini menjadi momen yang sangat berarti bagi saya untuk lebih mendekatkan diri dan memperbaiki diri,” ungkapnya.
Kepala Lapas Amuntai, Gusti Iskandarsyah, menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya memenuhi hak beribadah bagi seluruh warga binaan tanpa memandang latar belakang agama.
“Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang adil bagi semua warga binaan. Memang, untuk fasilitas ibadah agama Buddha di Lapas Amuntai masih memiliki keterbatasan, baik dari segi sarana maupun tenaga pembimbing rohani. Namun demikian, kami terus berupaya menjalin kerja sama dengan pihak luar agar kebutuhan spiritual warga binaan tetap terpenuhi,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini akan terus diupayakan secara berkala sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian di dalam lapas.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para warga binaan dapat menjalani masa pembinaan dengan lebih baik serta memiliki bekal spiritual yang kuat saat kembali ke masyarakat nantinya.




