MediaJawa — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru kembali melaksanakan razia insidentil di Blok Hunian D pada Rabu (6/5) pukul 16.45 WITA sebagai langkah deteksi dini dalam mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.
Kegiatan razia dipimpin langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP) bersama Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban serta melibatkan jajaran petugas pengamanan. Razia dilaksanakan dengan melakukan penggeledahan badan dan pemeriksaan kamar hunian Warga Binaan secara menyeluruh sesuai prosedur yang berlaku.
Dari hasil penggeledahan, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang terlarang dan tidak semestinya berada di dalam kamar hunian, di antaranya 1 unit kipas angin, 6 buah korek api, 7 headset, 4 stop kontak, 6 charger, 1 sendok logam, 5 lampu, 4 botol kaca, 1 cermin, 3 alat cukur, serta beberapa alat rakitan lainnya.
Barang hasil razia selanjutnya diamankan untuk dilakukan pendataan dan penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepala Lapas Kelas IIA Kotabaru, Doni Handriansyah, menegaskan bahwa kegiatan razia insidentil merupakan langkah konsisten dalam mendukung zero halinar serta menjaga lingkungan Lapas tetap aman dan kondusif.
“Razia ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam melakukan deteksi dini serta pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Kami akan terus meningkatkan pengawasan agar Lapas tetap dalam kondisi aman, tertib, dan kondusif,” tegasnya.
Sementara itu, Ka. KPLP, Ricky Wirandi, menyampaikan bahwa razia dilakukan secara humanis namun tegas untuk memastikan tidak ada barang-barang yang berpotensi mengganggu keamanan di dalam Lapas.
“Kegiatan ini rutin dan insidentil kami lakukan sebagai bentuk pengawasan serta pengendalian terhadap barang-barang terlarang yang dapat memicu gangguan keamanan,” ujarnya.
Razia berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Melalui kegiatan ini, Lapas Kotabaru terus memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, disiplin, serta mendukung proses pembinaan Warga Binaan secara optimal.




