MediaJawa — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru melaksanakan koordinasi dengan Pemerintah Desa Semayap terkait penguatan program Desa Binaan yang mencakup pengembangan UMKM, kegiatan bakti sosial, serta program pembinaan lainnya, Senin (4/5), bertempat di Kantor Desa Semayap, Kotabaru.
Kegiatan koordinasi ini dihadiri oleh Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja), Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Kamtib), Kepala Subbagian Tata Usaha, serta Kepala Desa Semayap. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara Lapas Kotabaru dengan pemerintah desa guna menghadirkan program pembinaan yang lebih luas dan berdampak bagi masyarakat.
Pembahasan dalam kegiatan meliputi rencana pengembangan program Desa Binaan yang tidak hanya berfokus pada penguatan UMKM hasil karya Warga Binaan, tetapi juga pelaksanaan bakti sosial, kegiatan pemberdayaan masyarakat, serta berbagai bentuk pembinaan sosial dan kemandirian lainnya.
Pelaksana harian Kepala Lapas Kelas IIA Kotabaru, Mawardi, menyampaikan bahwa program Desa Binaan menjadi salah satu strategi memperluas manfaat pemasyarakatan kepada masyarakat sekitar.
“Melalui koordinasi ini, kami ingin membangun kolaborasi yang lebih konkret dengan pemerintah desa. Program Desa Binaan tidak hanya berkaitan dengan pengembangan UMKM, tetapi juga mencakup kegiatan sosial dan pembinaan lainnya yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung proses reintegrasi sosial,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Semayap, Hj. Hamiah, menyambut baik inisiasi kerja sama tersebut dan menyatakan kesiapan untuk mendukung program-program pembinaan yang akan dijalankan bersama.
“Kami menyambut positif koordinasi ini. Harapannya, sinergi antara Desa Semayap dan Lapas Kotabaru dapat menghadirkan program yang bermanfaat, baik dalam penguatan ekonomi masyarakat maupun kegiatan sosial lainnya,” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat, tertib, dan penuh semangat kolaborasi. Melalui program Desa Binaan ini, Lapas Kotabaru terus berkomitmen menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berorientasi internal, tetapi juga berdampak positif bagi masyarakat sekitar sebagai bagian dari implementasi pemasyarakatan yang bermanfaat dan berkelanjutan.




