MediaJawa – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan melaksanakan pembelajaran baca tulis bagi warga binaan yang masih memiliki keterbatasan kemampuan literasi sebagai bagian dari upaya pengentasan buta aksara. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Lapas tersebut melibatkan Kepala Lapas, pegawai, serta warga binaan yang sedang mengikuti program perkuliahan Strata 1 (S1) untuk mendampingi dan mengajarkan baca tulis kepada warga binaan yang membutuhkan, Rabu (03/06/2026).
Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan dalam memastikan setiap warga binaan memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meningkatkan kualitas diri selama menjalani masa pidana. Melalui pembelajaran baca tulis, warga binaan tidak hanya memperoleh kemampuan dasar literasi, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan membuka peluang yang lebih luas untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, para peserta mendapatkan pembelajaran dasar mulai dari pengenalan huruf, membaca kata sederhana, hingga latihan menulis secara bertahap sesuai kemampuan masing-masing. Pendekatan pembelajaran dilakukan secara sabar, persuasif, dan berkelanjutan agar warga binaan dapat mengikuti proses belajar dengan nyaman dan penuh semangat.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, mengatakan bahwa kemampuan membaca dan menulis merupakan keterampilan mendasar yang memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup seseorang. Menurutnya, pembinaan yang diberikan tidak hanya berfokus pada aspek perilaku, tetapi juga penguatan kapasitas diri warga binaan melalui pendidikan dan literasi.
"Setiap warga binaan berhak mendapatkan kesempatan untuk belajar dan berkembang. Melalui kegiatan pembelajaran baca tulis ini, kami ingin membantu mereka memperoleh kemampuan dasar yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Kami berharap kemampuan yang mereka peroleh dapat meningkatkan kepercayaan diri, memperluas wawasan, dan menjadi bekal positif saat kembali ke tengah masyarakat," ujar Yugo.
Salah seorang pegawai yang turut mengajar, Taufik Hidayat, menjelaskan bahwa proses pembelajaran dilaksanakan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan masing-masing peserta. Ia menilai semangat belajar yang ditunjukkan warga binaan menjadi motivasi tersendiri bagi para pengajar.
"Kami berupaya menghadirkan suasana belajar yang sederhana dan mudah dipahami. Melihat semangat mereka untuk mengenal huruf, membaca, dan menulis menjadi pengalaman yang sangat berharga. Ini menunjukkan bahwa kesempatan untuk belajar selalu dapat membuka jalan menuju perubahan yang lebih baik," tutur Taufik.
Sementara itu, salah satu warga binaan berinisial SP mengaku bersyukur memperoleh kesempatan mengikuti pembelajaran tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan pengalaman baru yang sangat berarti bagi dirinya.
"Saya merasa senang dan bersyukur bisa belajar membaca dan menulis. Selama ini saya memiliki keterbatasan dalam hal tersebut, sehingga kesempatan ini sangat berarti bagi saya. Saya ingin belajar dengan sungguh-sungguh agar memiliki kemampuan yang lebih baik dan lebih percaya diri ketika kembali ke masyarakat nanti," ungkap SP.
Kegiatan berlangsung dengan tertib, penuh antusias, dan semangat kebersamaan. Melalui pembelajaran baca tulis ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus memperkuat fungsi pembinaan yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, sekaligus membuka jalan bagi warga binaan untuk membangun masa depan yang lebih baik melalui pendidikan dan literasi.




