MediaJawa – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Rantau kembali melaksanakan kegiatan Pembinaan Jasmani melalui senam pagi bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Selasa (09/06). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Rutan Rantau dan diikuti dengan penuh antusias oleh para warga binaan sebagai bagian dari program pembinaan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran fisik.
Senam pagi diikuti oleh seluruh WBP yang berasal dari Blok D1, D2, D3, E11, serta Blok A Wanita. Dengan dipandu gerakan senam yang sederhana dan mudah diikuti, para peserta tampak bersemangat mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Selain bertujuan meningkatkan kesehatan jasmani, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat positif dan disiplin dalam menjalani masa pembinaan.
Kepala Rutan Kelas IIB Rantau, Renaldi Hutagalung, menyampaikan bahwa pembinaan jasmani merupakan salah satu program penting yang rutin dilaksanakan guna menjaga kondisi kesehatan warga binaan. “Kesehatan merupakan modal utama bagi warga binaan dalam mengikuti seluruh program pembinaan. Melalui kegiatan senam pagi ini, kami berharap para warga binaan dapat menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan daya tahan fisik, serta membangun pola hidup sehat selama menjalani masa pembinaan di Rutan Rantau,” ujar Renaldi.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan pengawasan petugas guna memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga. Petugas wanita yang turut mengawasi kegiatan, Annisa Rahmawati, menyampaikan bahwa partisipasi warga binaan wanita dalam kegiatan senam pagi menunjukkan semangat yang baik dalam menjaga kesehatan. “Kami melihat warga binaan wanita mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Senam pagi tidak hanya bermanfaat untuk kebugaran tubuh, tetapi juga membantu menjaga kesehatan mental dan menciptakan suasana yang lebih positif dalam kehidupan sehari-hari di dalam rutan,” ungkap Annisa.
Kegiatan pembinaan jasmani melalui senam pagi berjalan dengan aman, tertib, dan lancar hingga selesai. Rutan Kelas IIB Rantau berkomitmen untuk terus melaksanakan program pembinaan yang bermanfaat bagi warga binaan, baik dalam aspek kesehatan, kepribadian, maupun kemandirian, sebagai bekal positif dalam proses reintegrasi sosial di masa mendatang.




