MediaJawa – Suara alat ukur kelistrikan dan aktivitas pemeriksaan komponen sepeda motor mewarnai ruang pembinaan kerja Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru, Selasa (28/07). Di bawah bimbingan petugas, Warga Binaan tampak antusias mempelajari sistem kelistrikan sepeda motor sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan untuk membekali mereka dengan keterampilan yang memiliki nilai guna di dunia kerja.
Pada pembinaan kali ini, Warga Binaan dikenalkan pada berbagai komponen kelistrikan sepeda motor, seperti aki, sistem pengapian, lampu, sakelar, kabel, hingga proses penelusuran gangguan (troubleshooting). Mereka juga dilatih menggunakan peralatan kerja, membaca alur kelistrikan sederhana, serta melakukan pemeriksaan dan perbaikan dasar sesuai prosedur yang benar.
Melalui praktik secara langsung, Warga Binaan tidak hanya mengembangkan kemampuan teknis, tetapi juga dibiasakan bekerja dengan teliti, disiplin, dan mengutamakan keselamatan kerja. Pendampingan dilakukan secara bertahap agar setiap peserta mampu memahami fungsi masing-masing komponen dan menerapkannya dalam proses perawatan maupun perbaikan sepeda motor.
Kepala Lapas Kelas IIA Kotabaru, Doni Handriansyah, mengatakan bahwa keterampilan mekanik, khususnya di bidang kelistrikan sepeda motor, memiliki peluang yang cukup besar di tengah masyarakat sehingga layak dijadikan bekal bagi Warga Binaan.
“Kami berupaya memberikan pembelajaran yang aplikatif sesuai kebutuhan dunia kerja. Keterampilan kelistrikan sepeda motor menjadi salah satu kompetensi yang banyak dibutuhkan. Dengan memahami dasar-dasar diagnosis dan perbaikan kelistrikan, Warga Binaan diharapkan memiliki bekal untuk bekerja maupun membuka usaha secara mandiri setelah bebas nanti,” ujar Doni.
Salah seorang Warga Binaan yang mengikuti pelatihan mengaku mendapatkan pengalaman baru selama mengikuti pembinaan tersebut.
“Sebelumnya saya belum memahami sistem kelistrikan sepeda motor. Di sini saya belajar mengenali komponen, mencari penyebab kerusakan, hingga melakukan perbaikan dasar. Ilmu ini sangat bermanfaat dan membuat saya lebih percaya diri untuk bekerja setelah kembali ke masyarakat,” ungkapnya.
Melalui pembinaan mekanik sepeda motor yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Lapas Kelas IIA Kotabaru terus berkomitmen menciptakan Warga Binaan yang terampil, produktif, dan siap beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja. Pembinaan ini menjadi salah satu bentuk nyata upaya pemasyarakatan dalam membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang dapat menjadi modal untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri setelah menyelesaikan masa pidana.


