MediaJawa – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Amuntai terus berkomitmen meningkatkan keamanan dan keselamatan di lingkungan pemasyarakatan melalui pemasangan tombol panic button emergency pada pos petugas jaga blok hunian. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk aktualisasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Lapas Kelas IIB Amuntai sebagai inovasi dalam mendukung penguatan sistem pengamanan dan respons cepat terhadap kondisi darurat.
Pemasangan panic button emergency bertujuan untuk memudahkan petugas jaga dalam memberikan sinyal peringatan apabila terjadi situasi yang memerlukan penanganan segera. Dengan adanya fasilitas tersebut, koordinasi antarpetugas diharapkan dapat berlangsung lebih cepat dan efektif sehingga potensi gangguan keamanan dan ketertiban dapat diminimalkan. Sistem panic button merupakan salah satu inovasi yang digunakan di berbagai lapas untuk mempercepat respons petugas dalam situasi darurat.
Kepala Lapas Kelas IIB Amuntai, Gusti Iskandarsyah, menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dihasilkan oleh CPNS sebagai bagian dari proses aktualisasi. Menurutnya, inovasi sederhana namun bermanfaat seperti pemasangan panic button emergency dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pelaksanaan tugas pengamanan di dalam lapas.
"Melalui inovasi ini, kami berharap petugas dapat merespons setiap kondisi darurat dengan lebih cepat dan tepat. Selain meningkatkan efektivitas pengamanan, hal ini juga menjadi wujud komitmen Lapas Amuntai dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif," ujar Gusti Iskandarsyah.
Dengan terlaksananya pemasangan panic button emergency tersebut, Lapas Kelas IIB Amuntai berharap budaya kerja yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan serta keamanan dapat terus berkembang. Inovasi ini juga menjadi bukti bahwa aktualisasi CPNS tidak hanya memenuhi kewajiban pembelajaran, tetapi mampu menghadirkan solusi nyata yang memberikan manfaat bagi organisasi dan meningkatkan kualitas pengamanan di lingkungan Lapas Kelas IIB Amuntai.




