MediaJawa – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tenggarong menjadi tuan rumah pelaksanaan Rapat Ketahanan Pangan yang membahas pengembangan budidaya ayam petelur bersama PT SUN Bersaudara. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Timur dan dihadiri oleh seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Kalimantan Timur, Sabtu (25/7).
Rapat ini dilaksanakan sebagai langkah strategis untuk memperkuat implementasi program ketahanan pangan di lingkungan Pemasyarakatan. Melalui sinergi dengan PT SUN Bersaudara, diharapkan pengembangan budidaya ayam petelur dapat menjadi program unggulan yang mampu mendukung pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan daerah.
Dalam arahannya, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Timur menekankan pentingnya kolaborasi antara jajaran Pemasyarakatan dengan mitra swasta dalam mengembangkan program-program produktif. Menurutnya, budidaya ayam petelur memiliki potensi ekonomi yang besar serta dapat menjadi sarana pembekalan keterampilan bagi warga binaan agar lebih siap kembali ke tengah masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, PT SUN Bersaudara memaparkan konsep pengelolaan peternakan ayam petelur yang meliputi aspek budidaya, manajemen kandang, pemeliharaan, hingga strategi pemasaran hasil produksi. Paparan tersebut menjadi bekal bagi seluruh UPT dalam menyusun rencana pengembangan peternakan yang efektif, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi.
Seluruh Kepala UPT yang hadir juga mengikuti sesi diskusi dan berbagi pengalaman mengenai potensi serta tantangan dalam pelaksanaan program ketahanan pangan di masing-masing satuan kerja. Diskusi ini diharapkan mampu menghasilkan langkah-langkah konkret untuk memperkuat implementasi program secara merata di wilayah Kalimantan Timur.
Melalui rapat ini, diharapkan terjalin komitmen yang semakin kuat antara Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, seluruh UPT, dan PT SUN Bersaudara dalam mewujudkan program ketahanan pangan yang berkelanjutan. Selain mendukung ketersediaan pangan, program ini juga menjadi bagian dari upaya menciptakan pembinaan yang produktif, meningkatkan keterampilan warga binaan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


