MediaJawa – Hamparan kangkung yang tumbuh subur di area pertanian Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru kembali memasuki masa panen. Sebanyak 28 kilogram kangkung berhasil dipanen oleh Warga Binaan sebagai hasil dari program pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan untuk membekali mereka dengan keterampilan di bidang pertanian, Rabu (29/07).
Sejak proses pengolahan lahan hingga masa panen, Warga Binaan terlibat secara aktif dalam setiap tahapan budidaya. Mereka belajar menyiapkan media tanam, melakukan penyemaian, merawat tanaman, hingga memastikan kangkung tumbuh optimal sebelum dipanen. Seluruh kegiatan berlangsung di bawah pendampingan petugas Seksi Kegiatan Kerja (Giatja), sehingga proses pembelajaran berjalan secara terarah dan berkesinambungan.
Hasil panen dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pangan di lingkungan Lapas sekaligus dipasarkan sebagai produk hasil pembinaan. Selain memberikan nilai ekonomi dan berkontribusi terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), kegiatan tersebut juga menjadi bentuk nyata pembinaan yang mendorong Warga Binaan untuk tetap produktif selama menjalani masa pidana.
Pembina Kemandirian Lapas Kelas IIA Kotabaru, Rangga Yudianto, mengatakan bahwa kegiatan pertanian tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter dan keterampilan kerja.
“Setiap proses yang dijalani warga binaan, mulai dari menanam hingga memanen, mengajarkan kedisiplinan, kesabaran, dan tanggung jawab. Panen 28 kilogram kangkung ini menunjukkan bahwa mereka mampu bekerja dengan baik dan terus meningkatkan kemampuan di bidang pertanian. Harapannya, keterampilan ini dapat menjadi bekal yang bermanfaat ketika mereka kembali ke tengah masyarakat,” ujar Rangga.
Salah seorang Warga Binaan mengaku senang dapat terlibat dalam kegiatan pertanian tersebut. Menurutnya, merawat tanaman hingga menghasilkan panen memberikan pengalaman baru sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri untuk memulai usaha di bidang pertanian setelah bebas nanti.
Melalui program pembinaan pertanian yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Lapas Kelas IIA Kotabaru terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan Warga Binaan yang produktif, mandiri, dan memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke lingkungan masyarakat.




