MediaJawa – Klinik Pratama Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru terus memantapkan langkah menuju transformasi sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Berbagai tahapan telah dilaksanakan, termasuk penandatanganan perjanjian kerja sama dengan sejumlah instansi dan fasilitas kesehatan jejaring sebagai bentuk penguatan sinergi dalam peningkatan layanan kesehatan bagi Warga Binaan, Selasa (21/07).
Transformasi tersebut diperkuat melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kotabaru, BPJS Kesehatan Cabang Kotabaru, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kotabaru, RSUD Pangeran Jaya Soemitra Kotabaru, serta sejumlah fasilitas kesehatan jejaring. Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi fondasi dalam membangun sistem pelayanan kesehatan yang terintegrasi, mulai dari pemenuhan administrasi kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), layanan kesehatan tingkat pertama, sistem rujukan, hingga penanganan pelayanan kesehatan lanjutan bagi Warga Binaan.
Selain memperkuat jejaring kemitraan, Lapas Kotabaru juga terus melengkapi berbagai persyaratan administratif, teknis, serta sarana dan prasarana yang diperlukan agar Klinik Pratama memenuhi standar sebagai FKTP. Langkah ini diharapkan mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih cepat, efektif, dan berkesinambungan di dalam lingkungan Lapas.
Kepala Lapas Kelas IIA Kotabaru, Doni Handriansyah, mengatakan bahwa transformasi Klinik Pratama menjadi FKTP merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi Warga Binaan. Menurutnya, pelayanan kesehatan merupakan salah satu hak dasar yang harus dipenuhi secara optimal selama Warga Binaan menjalani masa pidana.
“Transformasi Klinik Lapas Kotabaru menjadi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih mudah diakses, berkualitas, dan berkelanjutan bagi seluruh Warga Binaan,” ujar Doni.
Ia menambahkan, keberhasilan transformasi tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pemangku kepentingan yang telah membangun sinergi melalui perjanjian kerja sama. Kolaborasi tersebut menjadi modal penting untuk mempercepat operasional Klinik Lapas Kotabaru sebagai FKTP yang terintegrasi dengan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Kami optimistis, dengan dukungan Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan, Disdukcapil, RSUD Pangeran Jaya Soemitra Kotabaru, serta fasilitas kesehatan jejaring, Klinik Lapas Kotabaru dapat segera beroperasi sebagai FKTP sehingga pelayanan kesehatan bagi Warga Binaan semakin efektif, terintegrasi, dan memberikan manfaat yang lebih luas,” tambah Doni.
Transformasi Klinik Pratama menjadi FKTP diharapkan mampu memperkuat kualitas layanan kesehatan di lingkungan Lapas sekaligus mendukung penyelenggaraan pemasyarakatan yang mengedepankan pemenuhan hak-hak Warga Binaan. Sinergi yang telah terbangun dengan berbagai instansi menjadi langkah penting dalam mewujudkan layanan kesehatan yang profesional, berkelanjutan, dan berorientasi pada pelayanan publik.




