MediaJawa – Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Rantau bersama jajaran pejabat struktural menggelar kegiatan Sapa Kasih bersama warga binaan, Sabtu (01/08). Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan Rutan Kelas IIB Rantau tersebut menjadi wadah untuk mempererat komunikasi, membangun kedekatan, serta mendengarkan secara langsung aspirasi dan kondisi warga binaan selama menjalani masa pembinaan.
Kegiatan diikuti oleh Kepala Rutan Kelas IIB Rantau, pejabat struktural, dan warga binaan. Dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, jajaran Rutan berinteraksi secara langsung dengan warga binaan, memberikan motivasi, sekaligus mengajak mereka untuk terus menjaga ketertiban, mematuhi tata tertib, serta aktif mengikuti seluruh program pembinaan yang telah disiapkan oleh Rutan.
Kepala Rutan Kelas IIB Rantau, Renaldi Hutagalung, menyampaikan bahwa kegiatan Sapa Kasih merupakan bentuk komitmen Rutan dalam menghadirkan pembinaan yang humanis dan berorientasi pada pendekatan persuasif. "Melalui kegiatan ini kami ingin memastikan bahwa warga binaan merasa didengar, diperhatikan, dan mendapatkan motivasi untuk terus memperbaiki diri. Komunikasi yang baik antara petugas dan warga binaan menjadi salah satu kunci dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif," ujar Renaldi.
Kasubsi Pengelolaan, Reno Saputra Sarthio, menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat hubungan yang harmonis antara petugas dan warga binaan. "Sapa Kasih bukan sekadar kegiatan silaturahmi, tetapi juga menjadi media untuk menyampaikan pesan-pesan pembinaan, menumbuhkan rasa saling menghargai, serta membangun kepercayaan sehingga tercipta suasana yang kondusif di dalam Rutan," ungkap Reno.
Melalui kegiatan Sapa Kasih, Rutan Kelas IIB Rantau terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pelayanan pemasyarakatan yang humanis, profesional, dan berorientasi pada pembinaan. Diharapkan kegiatan ini mampu memperkuat sinergi antara petugas dan warga binaan sehingga seluruh program pembinaan dapat berjalan secara optimal dalam mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan di masa mendatang.




