Iklan 1060x90

Gandeng BPBD dan TNI-Polri, Lapas Kotabaru Luncurkan Program SIGAP PAS

Hadi A.
Selasa, Agustus 04, 2026 WIB Last Updated 2026-08-04T11:58:06Z

MediaJawa – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru secara resmi membuka kegiatan SIGAP PAS (Strategi Kesiapsiagaan Kebencanaan di UPT Pemasayarakatan Kalimantan Selatan) yang diimplementasikan melalui pelatihan dan simulasi penanggulangan bencana bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotabaru. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh petugas pemasyarakatan juga melibatkan unsur TNI-POLRI tersebut menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia untuk menghadapi potensi keadaan darurat di lingkungan Lapas, Selasa (04/08).

Pembukaan kegiatan diawali dengan membaca basmallah kemudian laporan Kepala Lapas Kelas IIA Kotabaru, Doni Handriansyah, yang menyampaikan bahwa pelaksanaan SIGAP PAS merupakan tindak lanjut dari sinergi yang telah dibangun antara Lapas Kotabaru dan BPBD Kabupaten Kotabaru melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS). Menurutnya, pelatihan ini bertujuan membekali petugas dengan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana, sehingga mampu memberikan respons yang cepat, tepat, dan terkoordinasi.

“Kami berharap melalui kegiatan ini seluruh petugas memiliki kemampuan yang semakin baik dalam mitigasi, penanganan keadaan darurat, hingga proses evakuasi apabila terjadi bencana. Kesiapsiagaan merupakan bagian penting dari upaya menjaga keamanan, keselamatan, dan keberlangsungan pelayanan pemasyarakatan,” ujar Doni dalam laporannya.

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kotabaru yang diwakili oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Farina Yuliarti. Ia mengapresiasi komitmen Lapas Kotabaru dalam membangun budaya siaga bencana melalui pelatihan yang melibatkan seluruh petugas. Menurutnya, kesiapsiagaan harus dibangun sejak dini melalui peningkatan kapasitas personel dan latihan yang berkesinambungan agar setiap individu memahami peran serta prosedur yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Selatan yang diwakili oleh Kepala Bidang Perawatan, Pengamanan, dan Kepatuhan Internal, Isnawan, menegaskan bahwa program SIGAP PAS merupakan bagian dari penguatan manajemen risiko di lingkungan pemasyarakatan. Ia berharap seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

“Lapas Kelas IIA Kotabaru menjadi pilot project penerapan SIGAP PAS di Kalimantan Selatan. Saya berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan ini dengan serius sehingga ilmu yang diperoleh tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi benar-benar diterapkan dalam pelaksanaan tugas. Kesiapsiagaan harus dibangun sebelum bencana datang agar setiap petugas mampu bertindak cepat, tepat, dan terkoordinasi ketika menghadapi situasi darurat,” ujar Isnawan.

Sebagai simbol dimulainya pelaksanaan program, dilakukan pemberian Topi Siaga kepada perwakilan BPBD Kabupaten Kotabaru sebagai bentuk penguatan sinergi antarlembaga, yang dilanjutkan dengan penyematan tanda peserta pelatihan serta pemasangan Topi SIGAP PAS kepada perwakilan peserta. Prosesi tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian pelatihan dan simulasi penanggulangan bencana yang akan dilaksanakan oleh seluruh peserta.

Melalui implementasi SIGAP PAS, Lapas Kelas IIA Kotabaru menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan profesionalisme petugas, memperkuat kolaborasi dengan instansi terkait, serta membangun sistem kesiapsiagaan bencana yang terencana, terpadu, dan berkelanjutan demi mewujudkan penyelenggaraan pemasyarakatan yang aman, tangguh, dan responsif terhadap setiap potensi keadaan darurat.
Komentar

Tampilkan

  • Gandeng BPBD dan TNI-Polri, Lapas Kotabaru Luncurkan Program SIGAP PAS
  • 0

Berita Terkini

Iklan