Iklan 1060x90

Hadapi Bahaya Korupsi, Lapas Amuntai Tanamkan Nilai Integritas Lewat Ceramah Agama

Syifa W.
Sabtu, Agustus 29, 2026 WIB Last Updated 2026-08-29T09:57:02Z

MediaJawa – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Amuntai terus berkomitmen memberikan pembinaan kepribadian kepada warga binaan sebagai bagian dari proses perubahan diri selama menjalani masa pidana. Salah satunya melalui kegiatan pembinaan keagamaan berupa ceramah agama yang mengangkat tema tentang korupsi dan pentingnya menjaga integritas.

Kegiatan tersebut disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren At-Taubah Lapas Amuntai, H. Ahmad Nawawi Abdurrauf, S.Ag. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan bahwa korupsi bukan hanya persoalan mengambil sesuatu yang bukan menjadi hak, tetapi juga merupakan perbuatan yang bertentangan dengan nilai-nilai agama dan dapat merugikan banyak pihak.

Warga binaan diajak untuk memahami bahwa kejujuran, amanah, dan rasa takut kepada Allah SWT merupakan nilai penting yang harus terus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal bagi warga binaan untuk membangun kehidupan yang lebih baik, baik selama berada di Lapas maupun ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat.

Selain membahas dampak buruk korupsi, ceramah juga menjadi momentum untuk mengajak warga binaan melakukan introspeksi diri serta membangun karakter yang lebih bertanggung jawab. Pembinaan keagamaan diharapkan mampu menjadi salah satu sarana untuk menumbuhkan kesadaran bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi dan pertanggungjawaban, tidak hanya kepada sesama manusia tetapi juga kepada Allah SWT.

Kepala Lapas Kelas IIB Amuntai, Gusti Iskandarsyah, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan pola pikir warga binaan.

“Pembinaan bukan hanya tentang menjalani masa pidana, tetapi juga bagaimana warga binaan dapat memperbaiki diri dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat. Nilai kejujuran, amanah, dan integritas harus terus ditanamkan agar menjadi prinsip yang mereka pegang dalam kehidupan,” ujar Gusti Iskandarsyah.

Ia menambahkan, Lapas Amuntai akan terus mengoptimalkan berbagai program pembinaan dengan melibatkan pihak internal maupun eksternal. Kolaborasi dengan Pondok Pesantren At-Taubah menjadi salah satu upaya dalam memperkuat pembinaan spiritual dan kepribadian warga binaan.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan warga binaan tidak hanya memperoleh pemahaman keagamaan, tetapi juga mampu menjadikan nilai-nilai yang disampaikan sebagai pedoman untuk meninggalkan perilaku yang bertentangan dengan hukum dan membangun kehidupan yang lebih berintegritas.
Komentar

Tampilkan

  • Hadapi Bahaya Korupsi, Lapas Amuntai Tanamkan Nilai Integritas Lewat Ceramah Agama
  • 0

Berita Terkini

Iklan