MediaJawa – Komunikasi dengan keluarga menjadi bagian penting dalam mendukung proses pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) selama menjalani masa pidana. Melalui Warung Telekomunikasi Khusus Pemasyarakatan (Wartelsuspas), Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru dapat tetap terhubung dengan keluarga secara aman, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku(27/08).
Keberadaan Wartelsuspas memberikan kesempatan bagi Warga Binaan untuk bertukar kabar dengan orang-orang terdekat di luar Lapas. Dukungan dan perhatian dari keluarga menjadi salah satu sumber motivasi bagi Warga Binaan untuk menjalani proses pembinaan dengan baik serta mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, layanan Wartelsuspas tetap mengedepankan aspek keamanan dan ketertiban. Setiap penggunaan fasilitas komunikasi dilaksanakan sesuai prosedur yang telah ditetapkan sehingga hak Warga Binaan untuk berkomunikasi dengan keluarga dapat terpenuhi tanpa mengesampingkan faktor keamanan.
Kepala Lapas Kelas IIA Kotabaru, Imam Sapto Riadi, mengatakan bahwa komunikasi dengan keluarga memiliki peran penting dalam menjaga kondisi psikologis dan semangat Warga Binaan selama mengikuti pembinaan.
“Hubungan dengan keluarga merupakan salah satu kekuatan bagi Warga Binaan dalam menjalani masa pembinaan. Karena itu, kami memberikan fasilitas komunikasi yang aman dan tertib agar mereka tetap dapat menjaga silaturahmi, mendapatkan dukungan keluarga, sekaligus termotivasi untuk terus memperbaiki diri,” ujar Imam.
Salah seorang Warga Binaan berinisial A mengungkapkan bahwa kesempatan berkomunikasi dengan keluarga memberikan ketenangan sekaligus semangat selama berada di Lapas. “Kalau bisa berbicara dengan keluarga, rasanya lebih tenang. Mereka selalu memberikan semangat dan mengingatkan saya untuk menjalani pembinaan dengan baik serta tidak mengulangi kesalahan,” ungkapnya.
Melalui layanan Wartelsuspas, Lapas Kelas IIA Kotabaru terus berupaya menghadirkan pelayanan Pemasyarakatan yang humanis dengan tetap menjaga standar keamanan dan ketertiban. Komunikasi yang terjaga diharapkan menjadi bagian dari dukungan bagi Warga Binaan untuk menjalani pembinaan secara positif dan mempersiapkan diri kembali ke lingkungan keluarga serta masyarakat.




