MediaJawa – Aktivitas pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru terus berjalan produktif melalui proses pembuatan Kripsus La-New City, salah satu produk unggulan hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan yang berlangsung di bengkel kerja Lapas, Kamis (Pembinaan Produksi Kripsus La-New City di Lapas Kotabaru Bekali Warga Binaan Jiwa Wirausaha
Kotabaru, INFO_PAS – Aktivitas pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru terus berjalan produktif melalui proses pembuatan Kripsus La-New City, salah satu produk unggulan hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan yang berlangsung di bengkel kerja Lapas, Selasa (06/08), menjadi media pembelajaran bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan pengolahan pangan sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat.
Sejak tahap awal, warga binaan terlibat secara aktif dalam seluruh proses produksi, mulai dari menyiapkan bahan baku, meracik bumbu dengan komposisi yang tepat, mengolah dan menggoreng produk hingga mencapai kualitas yang diinginkan, sampai melakukan pengemasan agar siap dipasarkan. Seluruh tahapan dilakukan di bawah bimbingan petugas Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) dengan mengutamakan standar kebersihan, keamanan pangan, dan kualitas produk.
Selain menghasilkan produk yang memiliki nilai jual, kegiatan ini juga menjadi sarana pembentukan karakter. Melalui proses produksi yang dilakukan secara berkelanjutan, warga binaan dilatih untuk bekerja disiplin, teliti, bertanggung jawab, serta mampu bekerja sama dalam tim. Pengalaman tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri sekaligus membuka peluang usaha ketika mereka telah menyelesaikan masa pidana.
Kepala Lapas Kelas IIA Kotabaru, Doni Handriansyah, mengatakan bahwa pembinaan kemandirian diarahkan untuk memberikan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan memiliki nilai ekonomi.
“Kami ingin setiap warga binaan memperoleh keterampilan yang benar-benar bermanfaat dan dapat menjadi modal untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah bebas. Melalui produksi Kripsus La-New City, mereka tidak hanya belajar proses pengolahan makanan, tetapi juga memahami pentingnya kualitas produk, kedisiplinan, dan semangat berwirausaha,” ujar Doni.
Salah seorang warga binaan berinisial R mengaku bangga dapat menjadi bagian dari proses produksi Kripsus La-New City. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus menumbuhkan optimisme untuk memulai usaha secara mandiri setelah bebas.
“Saya belajar banyak, mulai dari cara mengolah bahan, menjaga kualitas rasa, hingga mengemas produk dengan baik. Keterampilan ini sangat berharga bagi saya karena bisa menjadi bekal untuk mencari nafkah dan membuka usaha ketika kembali ke masyarakat nanti,” ungkap R.
Melalui pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan, Lapas Kelas IIA Kotabaru berkomitmen menciptakan warga binaan yang produktif, terampil, dan siap beradaptasi di tengah masyarakat. Program ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan, tetapi juga menghasilkan sumber daya manusia yang mandiri dan memiliki daya saing./07), menjadi media pembelajaran bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan pengolahan pangan sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat.
Sejak tahap awal, warga binaan terlibat secara aktif dalam seluruh proses produksi, mulai dari menyiapkan bahan baku, meracik bumbu dengan komposisi yang tepat, mengolah dan menggoreng produk hingga mencapai kualitas yang diinginkan, sampai melakukan pengemasan agar siap dipasarkan. Seluruh tahapan dilakukan di bawah bimbingan petugas Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) dengan mengutamakan standar kebersihan, keamanan pangan, dan kualitas produk.
Selain menghasilkan produk yang memiliki nilai jual, kegiatan ini juga menjadi sarana pembentukan karakter. Melalui proses produksi yang dilakukan secara berkelanjutan, warga binaan dilatih untuk bekerja disiplin, teliti, bertanggung jawab, serta mampu bekerja sama dalam tim. Pengalaman tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri sekaligus membuka peluang usaha ketika mereka telah menyelesaikan masa pidana.
Kepala Lapas Kelas IIA Kotabaru, Doni Handriansyah, mengatakan bahwa pembinaan kemandirian diarahkan untuk memberikan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan memiliki nilai ekonomi.
“Kami ingin setiap warga binaan memperoleh keterampilan yang benar-benar bermanfaat dan dapat menjadi modal untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah bebas. Melalui produksi Kripsus La-New City, mereka tidak hanya belajar proses pengolahan makanan, tetapi juga memahami pentingnya kualitas produk, kedisiplinan, dan semangat berwirausaha,” ujar Doni.
Salah seorang warga binaan berinisial R mengaku bangga dapat menjadi bagian dari proses produksi Kripsus La-New City. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus menumbuhkan optimisme untuk memulai usaha secara mandiri setelah bebas.
“Saya belajar banyak, mulai dari cara mengolah bahan, menjaga kualitas rasa, hingga mengemas produk dengan baik. Keterampilan ini sangat berharga bagi saya karena bisa menjadi bekal untuk mencari nafkah dan membuka usaha ketika kembali ke masyarakat nanti,” ungkap R.
Melalui pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan, Lapas Kelas IIA Kotabaru berkomitmen menciptakan warga binaan yang produktif, terampil, dan siap beradaptasi di tengah masyarakat. Program ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan, tetapi juga menghasilkan sumber daya manusia yang mandiri dan memiliki daya saing.




