MediaJawa – Budidaya perikanan menjadi salah satu kegiatan pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru. Pada panen perdana sejak kepemimpinan Kepala Lapas Imam Sapto Riadi, sebanyak 25 kilogram ikan lele berhasil dipanen dari Kolam SAE Lapas Kotabaru, Kamis (27/8).
Panen dilakukan langsung oleh Kalapas Imam Sapto Riadi didampingi pejabat struktural. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya melihat secara langsung perkembangan program pembinaan kemandirian sekaligus memastikan kegiatan budidaya yang dikelola Warga Binaan berjalan secara produktif.
Budidaya lele melibatkan Warga Binaan dalam berbagai tahapan, mulai dari pemberian pakan, pemantauan kondisi kolam, menjaga kebersihan, hingga proses pemanenan. Selain memberikan keterampilan praktis, kegiatan ini juga melatih kedisiplinan, ketekunan, dan rasa tanggung jawab dalam mengelola usaha produktif.
Kalapas Kelas IIA Kotabaru, Imam Sapto Riadi, menyampaikan apresiasinya terhadap Warga Binaan yang terlibat dalam budidaya tersebut. Menurutnya, hasil panen menjadi indikator bahwa program pembinaan dapat memberikan manfaat nyata.
“Ini merupakan panen perdana saya sejak bertugas di Lapas Kotabaru. Hasil 25 kilogram lele ini tentu menjadi sesuatu yang positif dan harus terus dikembangkan. Saya berharap Warga Binaan semakin semangat mengikuti kegiatan pembinaan karena keterampilan seperti ini dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujar Imam.
Salah seorang Warga Binaan berinisial AR mengaku senang dapat terlibat langsung dalam proses budidaya hingga panen.
“Kami senang bisa ikut merawat ikan dari awal sampai akhirnya bisa dipanen. Dari kegiatan ini kami belajar disiplin dan bertanggung jawab. Semoga ke depannya hasil panennya semakin banyak,” ungkap AR.
Melalui pengembangan Kolam SAE, Lapas Kelas IIA Kotabaru terus mendorong kegiatan pembinaan kemandirian yang produktif dan berkelanjutan. Panen 25 kilogram lele tersebut menjadi langkah awal untuk terus mengembangkan potensi budidaya perikanan sekaligus memberikan keterampilan yang bermanfaat bagi Warga Binaan.


