Dorong Pertanian Ramah Lingkungan, Lapas Amuntai Ubah Eceng Gondok Jadi Pupuk Organik


MediaJawa – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Amuntai terus mengembangkan inovasi pembinaan kemandirian yang produktif dan ramah lingkungan. Kali ini, eceng gondok sisa pembersihan kolam setelah panen ikan patin di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan pupuk organik bokashi, Selasa (22/9/2026).

Pemanfaatan eceng gondok tersebut menjadi langkah Lapas Amuntai dalam mengoptimalkan limbah organik dari kegiatan perikanan agar memiliki nilai guna. Eceng gondok yang sebelumnya tumbuh di area kolam dikumpulkan, kemudian dicacah menjadi ukuran lebih kecil sebelum memasuki tahapan pengolahan dan fermentasi menjadi bokashi.

Kegiatan pengolahan turut melibatkan Warga Binaan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian. Melalui kegiatan ini, mereka memperoleh pengetahuan mengenai pengelolaan bahan organik sekaligus belajar memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar menjadi produk yang bermanfaat.

Kepala Lapas Kelas IIB Amuntai, Gusti Iskandarsyah, mengatakan pemanfaatan eceng gondok merupakan bagian dari upaya mengembangkan pembinaan yang saling terintegrasi antara sektor perikanan dan pertanian.

“Setelah panen ikan patin, eceng gondok yang ada di kolam tidak langsung dibuang. Kita manfaatkan kembali sebagai bahan bokashi. Dengan demikian, kegiatan perikanan menghasilkan manfaat lanjutan untuk mendukung pertanian di SAE sekaligus mengajarkan kepada Warga Binaan bagaimana mengolah bahan yang sebelumnya dianggap tidak berguna menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujar Gusti.

Salah satu Warga Binaan yang terlibat, Gimin, mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru baginya, khususnya mengenai pemanfaatan bahan organik.

“Kami belajar bahwa eceng gondok ternyata masih bisa dimanfaatkan. Setelah dicacah dan diolah menjadi bokashi, nantinya dapat digunakan kembali untuk tanaman. Ilmu seperti ini sederhana, tetapi sangat berguna dan bisa kami praktikkan setelah kembali ke masyarakat,” ungkap Gimin.

Bokashi yang dihasilkan nantinya dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk mendukung kegiatan pertanian di SAE Lapas Amuntai, sehingga tercipta pola pembinaan yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan tersebut, Lapas Amuntai terus mendorong Warga Binaan agar tidak hanya memiliki keterampilan bercocok tanam dan beternak, tetapi juga memahami pentingnya pengelolaan limbah, pemanfaatan sumber daya, serta pertanian berkelanjutan.

Pemanfaatan eceng gondok menjadi bokashi sekaligus menjadi wujud komitmen Lapas Amuntai dalam mengembangkan SAE sebagai sarana pembinaan produktif yang mendukung kemandirian Warga Binaan dan program ketahanan pangan Pemasyarakatan.
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Dorong Pertanian Ramah Lingkungan, Lapas Amuntai Ubah Eceng Gondok Jadi Pupuk Organik
  • Dorong Pertanian Ramah Lingkungan, Lapas Amuntai Ubah Eceng Gondok Jadi Pupuk Organik
  • Dorong Pertanian Ramah Lingkungan, Lapas Amuntai Ubah Eceng Gondok Jadi Pupuk Organik
  • Dorong Pertanian Ramah Lingkungan, Lapas Amuntai Ubah Eceng Gondok Jadi Pupuk Organik
  • Dorong Pertanian Ramah Lingkungan, Lapas Amuntai Ubah Eceng Gondok Jadi Pupuk Organik
  • Dorong Pertanian Ramah Lingkungan, Lapas Amuntai Ubah Eceng Gondok Jadi Pupuk Organik