Iklan 1060x90

Wujud Pembinaan Kemandirian, Warga Binaan Perempuan Lapas Amuntai Asah Skill Buat Telur Asin

Syifa W.
Selasa, September 01, 2026 WIB Last Updated 2026-09-01T07:57:19Z

MediaJawa — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Amuntai terus mendorong produktivitas warga binaan melalui berbagai program pembinaan kemandirian. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan pembuatan telur asin yang diikuti oleh warga binaan perempuan.

Kegiatan ini menjadi salah satu sarana bagi warga binaan untuk memperoleh keterampilan praktis yang dapat dikembangkan selama menjalani masa pembinaan. Melalui proses pembuatan telur asin, warga binaan mendapatkan pengalaman mulai dari pemilihan telur, proses pengolahan, pemeraman, hingga tahap akhir sebelum telur siap untuk dikonsumsi.

Dengan didampingi petugas pembinaan, warga binaan perempuan mengikuti setiap tahapan dengan penuh antusias. Kegiatan dilakukan secara bersama-sama sekaligus menjadi wadah untuk melatih ketelitian, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja sama.

Kasibinadik Giatja Lapas Kelas IIB Amuntai, Abdul Hair, menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan kemandirian seperti pembuatan telur asin merupakan bagian dari upaya memberikan bekal keterampilan kepada warga binaan.

“Kami terus berupaya menghadirkan kegiatan pembinaan yang produktif dan memiliki manfaat bagi warga binaan. Keterampilan membuat telur asin ini diharapkan dapat menjadi bekal yang bisa dikembangkan setelah mereka kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Amuntai, Gusti Iskandarsyah, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian merupakan salah satu bagian penting dalam proses pemasyarakatan. Menurutnya, warga binaan tidak hanya diberikan pembinaan kepribadian, tetapi juga keterampilan yang dapat menunjang kesiapan mereka untuk kembali menjalani kehidupan di masyarakat.

“Melalui kegiatan yang produktif seperti ini, kami ingin membangun semangat warga binaan untuk terus belajar dan berkarya. Harapannya, keterampilan yang diperoleh selama menjalani pembinaan dapat menjadi modal untuk hidup mandiri setelah selesai menjalani masa pidana,” ungkapnya.

Kegiatan pembuatan telur asin diharapkan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi warga binaan. Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Lapas Amuntai dalam mewujudkan pembinaan yang produktif, humanis, dan berorientasi pada kesiapan warga binaan untuk kembali ke masyarakat.
Komentar

Tampilkan

  • Wujud Pembinaan Kemandirian, Warga Binaan Perempuan Lapas Amuntai Asah Skill Buat Telur Asin
  • 0

Berita Terkini

Iklan