Dongkrak Nilai Jual Pisang Lokal, Lapas Kotabaru Latih Warga Binaan Olah Keripik Tiga Varian Rasa
MediaJawa – Selasa (13/10), warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kotabaru melaksanakan kegiatan pembuatan keripik pisang dengan menghadirkan tiga varian rasa, yakni cokelat, green tea, serta asin gurih. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan kemandirian untuk mengembangkan keterampilan warga binaan di bidang pengolahan makanan.
Dalam proses pembuatannya, warga binaan mengikuti tahapan pengolahan mulai dari menyiapkan pisang, mengiris bahan, menggoreng hingga mencapai tekstur renyah, kemudian memberikan bumbu sesuai varian rasa. Setiap tahapan dilakukan dengan memperhatikan kebersihan dan kualitas produk agar keripik pisang memiliki cita rasa yang baik.
Petugas Pembina Kemandirian, Aprilita Dwi Imasari, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk mempelajari proses produksi makanan ringan yang berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai jual. Variasi rasa juga diperkenalkan agar produk lebih menarik dan dapat menjangkau selera konsumen yang beragam.
“Melalui pembuatan keripik pisang dengan varian coklat, green tea, dan asin gurih, warga binaan dapat belajar mengolah bahan sederhana menjadi produk yang lebih menarik. Kami berharap keterampilan ini terus berkembang dan dapat menjadi bekal yang bermanfaat ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujar Aprilita Dwi Imasari.
Selain melatih keterampilan teknis, kegiatan ini turut menanamkan kedisiplinan, ketelitian, dan tanggung jawab dalam bekerja. Warga binaan juga memperoleh pengalaman mengenai pentingnya menjaga konsistensi rasa, kerenyahan, serta kebersihan selama proses produksi.
Pembinaan kemandirian melalui pengolahan makanan diharapkan dapat mendorong tumbuhnya kreativitas dan semangat berwirausaha. Dengan mencoba beberapa varian rasa, warga binaan memiliki kesempatan untuk mengenali potensi pengembangan produk sesuai kebutuhan dan minat pasar.
Lapas Kotabaru terus berupaya menghadirkan kegiatan pembinaan yang produktif dan bermanfaat bagi warga binaan. Melalui produksi keripik pisang ini, keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi modal untuk membangun kemandirian dan membuka peluang usaha setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Baca Juga:
