Menimba Ilmu di Program S2, Petugas dan Warga Binaan Lapas Narkotika Karang Intan Ikuti Perkuliahan Manajemen SDM
MediaJawa – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus menghadirkan kesempatan belajar melalui program pendidikan Strata 2 (S2) Manajemen bagi petugas dan warga binaan melalui kerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI) Banjarmasin. Pada Kamis (1/10/2026), Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan memfasilitasi perkuliahan tatap muka mata kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) di Saung Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 1.
Dosen mata kuliah Manajemen SDM, Titien Agustina, menyampaikan materi mengenai pengelolaan sumber daya manusia, mulai dari mengenali potensi, mengembangkan kompetensi, membangun sikap kerja, hingga meningkatkan tanggung jawab dalam menjalankan peran. Peserta mengikuti pembelajaran secara langsung dengan menyimak materi, berdiskusi, dan menyampaikan pemahaman selama perkuliahan.
Proses pembelajaran tersebut memberikan kesempatan kepada petugas dan warga binaan untuk memperluas pengetahuan dalam lingkungan akademik yang terarah. Bagi warga binaan, kesempatan menempuh pendidikan tinggi menjadi bagian dari pembinaan yang membuka ruang untuk meningkatkan wawasan, kemampuan, dan kesiapan menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Salah satu petugas peserta perkuliahan, Nor Hakim, menyampaikan bahwa materi Manajemen SDM memberikan wawasan yang relevan dengan pengembangan diri dan pelaksanaan tugas.
“Perkuliahan ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana mengelola sumber daya manusia dengan baik. Materinya juga relevan untuk kami terapkan dalam pelaksanaan tugas, terutama dalam membangun komunikasi, tanggung jawab, dan kerja sama yang lebih baik,” ujar Hakim.
Titien Agustina menjelaskan bahwa pembelajaran Manajemen SDM tidak hanya membahas pengelolaan sumber daya manusia dalam organisasi, tetapi juga mendorong peserta mengenali potensi dan mengembangkan kompetensi diri.
“Pembelajaran Manajemen SDM mengajarkan bagaimana mengenali potensi, mengembangkan kompetensi, serta membangun sikap dan tanggung jawab dalam menjalankan peran. Hal tersebut penting agar setiap individu dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif di lingkungan masing-masing,” jelas Titien.
sempatan mengikuti pendidikan tinggi juga memberikan pengalaman baru bagi warga binaan. Salah satu peserta berinisial AH mengungkapkan bahwa perkuliahan tersebut membuka kesempatan baginya untuk terus belajar dan memperluas wawasan.
“Saya mendapat banyak hal baru dari perkuliahan ini. Pendidikan memberi saya kesempatan untuk terus belajar dan memahami hal-hal yang sebelumnya belum saya ketahui. Materi yang dipelajari juga membantu saya melihat pentingnya mengembangkan kemampuan dan menjalankan tanggung jawab dengan baik,” ungkap AH.
Program pendidikan S2 ini menghadirkan ruang belajar yang memungkinkan petugas dan warga binaan mengembangkan pengetahuan melalui proses akademik. Kegiatan tersebut juga mendorong peserta membangun kedisiplinan, tanggung jawab, kemampuan berpikir, dan kebiasaan belajar yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui keberlanjutan perkuliahan S2 Manajemen, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus memberikan ruang bagi petugas dan warga binaan untuk menimba ilmu serta mengembangkan potensi. Khusus bagi warga binaan, pendidikan menjadi bagian dari proses pembinaan yang dapat mendukung kesiapan mereka membangun kehidupan yang lebih produktif dan memberikan manfaat ketika kembali ke tengah masyarakat.
Baca Juga:
