Pendeta Ester Pimpin Kebaktian dan Sampaikan Pesan Pertobatan di Lapas Narkotika Karang Intan
MediaJawa – Setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri meskipun pernah melakukan kesalahan di masa lalu. Pesan pengampunan dan pertobatan tersebut mewarnai kegiatan pembinaan kepribadian melalui kebaktian yang berlangsung di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Kamis (22/10/2026). Warga binaan beragama Kristen mengikuti kegiatan tersebut di ruang perpustakaan Lapas bersama Pendeta Ester yang memberikan pelayanan rohani sekaligus mengajak mereka memanfaatkan masa pembinaan untuk mengevaluasi diri dan mengubah perilaku ke arah yang lebih baik.
Dalam khotbahnya, Pendeta Ester mengangkat firman Tuhan dari 1 Yohanes 1:9 yang mengajarkan bahwa Tuhan memberikan pengampunan kepada setiap orang yang mengakui dosa dan sungguh-sungguh bertobat. Ia mengingatkan warga binaan agar tidak membiarkan kesalahan masa lalu menghalangi keinginan untuk berubah. Sebaliknya, penyesalan perlu menjadi awal dari kesadaran untuk memperbaiki sikap, bertanggung jawab atas perbuatan, dan menjalani kehidupan sesuai nilai-nilai kebaikan.
"Setiap manusia pernah melakukan kesalahan, tetapi kesalahan tersebut tidak harus menentukan seluruh masa depannya. Tuhan membuka jalan pengampunan bagi mereka yang sungguh-sungguh bertobat. Jadikan waktu selama menjalani pembinaan sebagai kesempatan untuk memperbaiki sikap, memperdalam iman, dan mempersiapkan diri agar kelak dapat kembali kepada keluarga dan masyarakat dengan membawa perubahan yang baik," pesan Pendeta Ester.
Kebaktian berlangsung melalui doa bersama, pujian rohani, pembacaan firman Tuhan, dan penyampaian khotbah. Warga binaan mengikuti rangkaian ibadah dengan tertib dan penuh perhatian. Melalui kegiatan ini, mereka memperoleh ruang untuk merenungkan perjalanan hidup sekaligus memahami pentingnya kejujuran, tanggung jawab, dan pengendalian diri dalam kehidupan sehari-hari.
Petugas Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat), Ardian, turut mengawasi jalannya kebaktian untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan sesuai ketentuan. Ia menjelaskan bahwa Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan memberikan kesempatan kepada setiap warga binaan untuk menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya sebagai bagian dari pemenuhan hak sekaligus pelaksanaan pembinaan kepribadian.
"Kami ingin setiap warga binaan menyadari bahwa masa pidana merupakan kesempatan untuk memperbaiki diri. Melalui pendampingan rohani, mereka dapat belajar memahami kesalahan, mengendalikan perilaku, dan menanamkan nilai-nilai positif agar tidak mengulangi perbuatan yang sama ketika kembali ke masyarakat," ujar Ardian.
Salah seorang warga binaan berinisial AG mengaku mendapatkan pelajaran berharga dari pesan khotbah yang disampaikan. Baginya, pengampunan menjadi pengingat bahwa penyesalan harus disertai kemauan untuk berubah dan membuktikannya melalui tindakan sehari-hari.
"Saya sadar kesalahan yang pernah saya lakukan membawa akibat bagi diri sendiri dan keluarga. Melalui kebaktian ini, saya belajar bahwa Tuhan masih memberikan kesempatan untuk bertobat. Saya ingin menggunakan waktu selama berada di sini untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, memperbaiki sikap, dan kelak kembali kepada keluarga sebagai pribadi yang lebih bertanggung jawab," ungkap AG.
Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan menempatkan pembinaan keagamaan sebagai bagian dari upaya membentuk pribadi warga binaan yang lebih bertanggung jawab. Melalui pemahaman nilai-nilai spiritual dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, Lapas berharap warga binaan mampu meninggalkan perilaku yang melanggar hukum serta mempersiapkan diri untuk kembali berkontribusi secara positif di tengah keluarga dan masyarakat.
Baca Juga:
