Perkuat Pembinaan Produktif, Lapas Tenggarong Resmikan Dua Sarana Baru


MediaJawa — Bertepatan dengan dua tahun perjalanan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tenggarong memperkuat komitmen dalam mendukung agenda pembangunan nasional melalui kolaborasi lintas sektor. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peresmian NahLok Cafe dan Kampung Pemasyarakatan SAE Pastarung sebagai bagian dari upaya mendukung Asta Cita Presiden, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan, pemberdayaan, dan peningkatan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Lapas Kelas IIA Tenggarong untuk memperluas sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda, Universitas Kutai Kartanegara (UNIKARTA), PT Sun Tiga Bersaudara Jaya (STBJ), serta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Kutai Kartanegara. Keterlibatan berbagai unsur pemerintah, lembaga pendidikan, dan dunia usaha ini diharapkan mampu membangun ekosistem pembinaan yang produktif, berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi warga binaan dan masyarakat.

Peresmian NahLok Cafe dan Kampung Pemasyarakatan SAE Pastarung dilakukan secara langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Timur, Yan Rusmanto. Peresmian ini menjadi langkah strategis dalam menghadirkan inovasi pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan warga binaan, tetapi juga membuka ruang interaksi, edukasi, dan partisipasi masyarakat dalam mendukung proses reintegrasi sosial.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan sejumlah dokumen kerja sama yang menjadi landasan penguatan sinergi antarinstansi dan mitra terkait. Pertama, penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Lapas Kelas IIA Tenggarong dan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, yang berfokus pada dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan berbagai kegiatan dan program di NahLok Cafe serta Kampung Pemasyarakatan SAE Pastarung. Kerja sama ini diharapkan memperkuat dukungan lintas sektor dalam pengembangan program pemasyarakatan yang selaras dengan kebutuhan dan potensi daerah.

Kedua, penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan BPVP Samarinda dan Universitas Kutai Kartanegara (UNIKARTA) dalam rangka pemberdayaan Warga Binaan Pemasyarakatan. Melalui kerja sama ini, pengembangan kompetensi, pelatihan keterampilan, dan peningkatan kapasitas warga binaan diharapkan dapat dilaksanakan secara lebih terarah sesuai dengan potensi serta kebutuhan dunia kerja dan masyarakat. Dengan bekal keterampilan yang memadai, warga binaan diharapkan memiliki peluang lebih luas untuk hidup mandiri dan produktif setelah menyelesaikan masa pidana.

Ketiga, penandatanganan PKS dengan PT Sun Tiga Bersaudara Jaya (STBJ) dan HIPMI Kabupaten Kutai Kartanegara yang berfokus pada pengelolaan NahLok Cafe serta kegiatan produksi. Kemitraan ini menjadi langkah konkret untuk mendorong pengembangan usaha produktif, meningkatkan pengalaman kerja, serta membuka kesempatan bagi warga binaan untuk terlibat dalam aktivitas yang memiliki nilai ekonomi. Sinergi dengan dunia usaha diharapkan mampu menjadikan NahLok Cafe sebagai sarana pembelajaran sekaligus wadah pengembangan produktivitas yang berkelanjutan.

Kehadiran Kampung Pemasyarakatan SAE Pastarung diharapkan menjadi ruang pembelajaran terbuka bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat program pembinaan kemandirian, khususnya dalam bidang pertanian dan ketahanan pangan. Sementara itu, NahLok Cafe dihadirkan sebagai ruang yang nyaman untuk berinteraksi sekaligus menjadi bagian dari pengembangan kegiatan produktif. Dengan diresmikannya kedua fasilitas tersebut, masyarakat kini diharapkan dapat berkunjung, memperoleh edukasi mengenai program pembinaan, serta menyaksikan secara langsung berbagai upaya pemberdayaan yang dilaksanakan oleh Lapas Kelas IIA Tenggarong.

Melalui semangat “Kolaborasi untuk Negeri”, Lapas Kelas IIA Tenggarong bersama pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan mitra dunia usaha berkomitmen untuk terus menghadirkan program pemasyarakatan yang adaptif, inklusif, dan berdampak. Peresmian NahLok Cafe dan Kampung Pemasyarakatan SAE Pastarung, yang diperkuat dengan penandatanganan MoU dan PKS, menjadi langkah nyata dalam membangun sinergi, meningkatkan keterampilan, memperluas peluang usaha, serta mendorong kemandirian warga binaan. Lebih dari sekadar seremoni, momentum ini menegaskan bahwa keberhasilan pemasyarakatan membutuhkan kolaborasi semua pihak demi mewujudkan masyarakat yang lebih berdaya dan mendukung pembangunan nasional.
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Perkuat Pembinaan Produktif, Lapas Tenggarong Resmikan Dua Sarana Baru
  • Perkuat Pembinaan Produktif, Lapas Tenggarong Resmikan Dua Sarana Baru
  • Perkuat Pembinaan Produktif, Lapas Tenggarong Resmikan Dua Sarana Baru
  • Perkuat Pembinaan Produktif, Lapas Tenggarong Resmikan Dua Sarana Baru
  • Perkuat Pembinaan Produktif, Lapas Tenggarong Resmikan Dua Sarana Baru
  • Perkuat Pembinaan Produktif, Lapas Tenggarong Resmikan Dua Sarana Baru