Suasana Khidmat Pengajian Kitab Ta’limul Muta’allim Warga Binaan Lapas Amuntai


MediaJawa – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Amuntai terus memperkuat pembinaan kepribadian warga binaan melalui kegiatan keagamaan yang berorientasi pada peningkatan ilmu, akhlak, dan spiritualitas. Pada Sabtu (10/10), warga binaan dari Kamar 8 dan Kamar 9 mengikuti pengajian agama dengan materi kitab Ta’limul Muta’allim yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Ahmad Nawawi Abdurrauf, M.A.

Kegiatan pengajian berlangsung dengan khidmat dan diikuti warga binaan sebagai bagian dari program pembinaan rohani di lingkungan Lapas. Melalui pengkajian kitab Ta’limul Muta’allim, warga binaan diajak memahami pentingnya adab dalam menuntut ilmu, menghormati guru, menjaga niat, serta mengamalkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

Kitab Ta’limul Muta’allim merupakan salah satu kitab klasik yang membahas tata cara menuntut ilmu, termasuk pentingnya membangun akhlak dan kesungguhan dalam proses belajar. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya diharapkan dapat menjadi pedoman bagi warga binaan untuk melakukan introspeksi diri dan membentuk karakter yang lebih baik.

Dalam penyampaian materi, Ustadz Dr. Ahmad Nawawi Abdurrauf, M.A. memberikan pemahaman keagamaan yang menekankan bahwa ilmu pengetahuan hendaknya berjalan beriringan dengan adab dan akhlak mulia. Pemahaman tersebut penting agar setiap ilmu yang dipelajari dapat memberikan manfaat, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk memperdalam pengetahuan agama sekaligus menjadikan masa pembinaan sebagai momentum memperbaiki perilaku dan memperkuat keimanan. Dengan mengikuti pengajian secara rutin, warga binaan diharapkan semakin termotivasi untuk menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Lapas Kelas IIB Amuntai, Gusti Iskandarsyah, menegaskan bahwa pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian warga binaan agar menjadi pribadi yang lebih baik.

“Melalui pengajian kitab Ta’limul Muta’allim ini, kami berharap warga binaan tidak hanya memperoleh tambahan ilmu agama, tetapi juga memahami pentingnya adab, akhlak, dan sikap saling menghormati. Pembinaan ini menjadi bagian dari upaya kami untuk mendorong perubahan positif sehingga mereka dapat kembali ke masyarakat dengan bekal moral dan spiritual yang lebih kuat,” ungkapnya.

Ia juga berharap kegiatan pembinaan keagamaan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai sarana membangun kesadaran diri, memperkuat nilai-nilai religius, serta menumbuhkan semangat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.

Melalui sinergi dengan para pembimbing agama, Lapas Kelas IIB Amuntai terus berupaya menghadirkan pembinaan yang menyentuh aspek mental, spiritual, dan kepribadian warga binaan. Pengajian ini menjadi salah satu wujud komitmen dalam mendukung proses pemasyarakatan yang tidak hanya menitikberatkan pada perubahan perilaku, tetapi juga pada pembentukan karakter yang berakhlak mulia.

Sebab ilmu menerangi pikiran, sedangkan adab membimbing langkah. Lapas Amuntai berharap setiap kegiatan pembinaan menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk belajar, berbenah, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Suasana Khidmat Pengajian Kitab Ta’limul Muta’allim Warga Binaan Lapas Amuntai
  • Suasana Khidmat Pengajian Kitab Ta’limul Muta’allim Warga Binaan Lapas Amuntai
  • Suasana Khidmat Pengajian Kitab Ta’limul Muta’allim Warga Binaan Lapas Amuntai
  • Suasana Khidmat Pengajian Kitab Ta’limul Muta’allim Warga Binaan Lapas Amuntai
  • Suasana Khidmat Pengajian Kitab Ta’limul Muta’allim Warga Binaan Lapas Amuntai
  • Suasana Khidmat Pengajian Kitab Ta’limul Muta’allim Warga Binaan Lapas Amuntai