Tingkatkan Kemandirian Pangan, Lapas Amuntai Optimalkan Lahan Pekarangan



MediaJawa — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Amuntai terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan pekarangan. Kali ini, sebanyak 25 kilogram kangkung berhasil dipanen dari lahan produktif di pekarangan rumah dinas Lapas Amuntai, Selasa (27/10).

Dari hasil panen tersebut, sebanyak 15 kilogram kangkung didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan dapur Lapas, sedangkan 10 kilogram lainnya dibeli oleh masyarakat. Hasil ini menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan yang tersedia dapat memberikan manfaat nyata, baik untuk mendukung kebutuhan pangan internal maupun menghasilkan produk pertanian yang diminati masyarakat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Lapas Kelas IIB Amuntai dalam mengoptimalkan lahan pekarangan menjadi area pertanian produktif. Selain mendukung ketersediaan bahan pangan segar, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembelajaran mengenai budidaya tanaman, pengelolaan hasil panen, serta pengembangan kegiatan produktif yang berkelanjutan.

Kepala Lapas Kelas IIB Amuntai, Gusti Iskandarsyah, menyampaikan bahwa pemanfaatan pekarangan untuk budidaya sayuran merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan dampak positif apabila dikelola secara konsisten.

“Panen 25 kilogram kangkung ini menjadi bukti bahwa lahan pekarangan yang dimanfaatkan dengan baik dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Sebagian hasilnya kita distribusikan ke dapur Lapas untuk mendukung kebutuhan pangan, sementara sebagian lainnya dibeli oleh masyarakat. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dikembangkan sehingga dapat mendukung ketahanan pangan sekaligus menumbuhkan budaya produktif dan mandiri,” ujar Gusti Iskandarsyah.

Kegiatan panen kali ini turut melibatkan peserta magang, salah satunya Haiqal, yang berpartisipasi dalam proses budidaya hingga pemanenan kangkung. Keterlibatan peserta magang menjadi kesempatan untuk memperoleh pengalaman langsung mengenai pengelolaan tanaman sayuran, mulai dari perawatan hingga pemanfaatan hasil panen.

Haiqal mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman berharga tentang pentingnya ketekunan dan kerja sama dalam menghasilkan produk pertanian yang berkualitas.

“Senang bisa terlibat langsung dalam kegiatan ini. Kami belajar bahwa tanaman yang dirawat dengan baik dapat menghasilkan panen yang bermanfaat. Apalagi hasilnya tidak hanya digunakan untuk kebutuhan dapur Lapas, tetapi juga bisa dibeli masyarakat. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan semakin berkembang,” ungkap Haiqal.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Amuntai terus mendorong optimalisasi lahan yang tersedia agar memberikan nilai guna dan manfaat ekonomi. Pemanfaatan pekarangan rumah dinas menjadi lahan budidaya kangkung diharapkan dapat menjadi contoh bahwa ketahanan pangan dapat dimulai dari lingkungan terdekat melalui pengelolaan yang sederhana, terencana, dan berkelanjutan.
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Tingkatkan Kemandirian Pangan, Lapas Amuntai Optimalkan Lahan Pekarangan
  • Tingkatkan Kemandirian Pangan, Lapas Amuntai Optimalkan Lahan Pekarangan
  • Tingkatkan Kemandirian Pangan, Lapas Amuntai Optimalkan Lahan Pekarangan
  • Tingkatkan Kemandirian Pangan, Lapas Amuntai Optimalkan Lahan Pekarangan
  • Tingkatkan Kemandirian Pangan, Lapas Amuntai Optimalkan Lahan Pekarangan
  • Tingkatkan Kemandirian Pangan, Lapas Amuntai Optimalkan Lahan Pekarangan