Tingkatkan Daya Saing, 40 WBP Lapas Tenggarong Ikuti Penutupan Pelatihan Vokasi


MediaJawa - Usai sudah pelatihan pembinaan kemandirian bidang hidroponik dan keterampilan barista yang diselenggarakan oleh Lapas Kelas IIA Tenggarong bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda.

Sebanyak 40 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mengikuti pelatihan selama dua minggu dengan penuh semangat dan antusias. Sebagai tanda telah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan, para peserta menerima sertifikat yang nantinya dapat dimanfaatkan sebagai bekal dalam mengembangkan keterampilan dan mencari peluang usaha setelah bebas.

Selama pelatihan berlangsung, para peserta tidak hanya memperoleh pembekalan teori, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung keterampilan yang diajarkan oleh instruktur. Pada bidang hidroponik, peserta dibekali pengetahuan mengenai teknik budidaya tanaman, pemanfaatan lahan secara efektif, serta pengelolaan tanaman dengan metode yang lebih modern dan produktif.

Sementara itu, pada bidang barista, peserta memperoleh pengalaman dalam mengenal peralatan, memahami teknik pengolahan kopi, hingga mempraktikkan proses penyajian minuman yang berkualitas. Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi peluang bagi WBP untuk bekerja maupun merintis usaha secara mandiri setelah menyelesaikan masa pidana.

Pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen Lapas Kelas IIA Tenggarong dalam meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian bagi WBP. Pembinaan tidak hanya berorientasi pada pengisian waktu selama menjalani masa pidana, tetapi juga diarahkan untuk memberikan keterampilan nyata yang memiliki nilai ekonomi dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Lapas Kelas IIA Tenggarong, I Wayan Nurasta Wibawa, menyampaikan bahwa pembinaan kemandirian merupakan salah satu langkah penting dalam mempersiapkan WBP agar mampu kembali ke masyarakat dengan bekal yang lebih baik.

“Harapannya, ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh selama pelatihan ini dapat benar-benar dimanfaatkan setelah mereka bebas. Jadikan sertifikat ini sebagai bukti kompetensi sekaligus motivasi untuk terus belajar, berkarya, dan membangun masa depan yang lebih baik. Kami ingin WBP memiliki kepercayaan diri serta kemampuan untuk menjadi pribadi yang mandiri dan produktif,” ungkapnya.

Lebih lanjut, keberhasilan pelatihan ini juga menjadi wujud sinergi antara Lapas Kelas IIA Tenggarong dan BPVP Samarinda dalam menghadirkan program pembinaan yang berorientasi pada peningkatan kompetensi. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan melalui berbagai program pelatihan lainnya yang sesuai dengan kebutuhan dan peluang dunia kerja.

Dengan berakhirnya pelatihan ini, para peserta diharapkan tidak berhenti pada pencapaian sertifikat semata, tetapi mampu terus mengembangkan keterampilan yang telah diperoleh. Semangat belajar, kedisiplinan, dan kemauan untuk memperbaiki diri menjadi modal penting dalam menghadapi kehidupan setelah bebas.

Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Lapas Kelas IIA Tenggarong terus berupaya mewujudkan pemasyarakatan yang humanis dan produktif, sekaligus mempersiapkan WBP menjadi pribadi yang mandiri, berdaya, dan siap kembali berkontribusi positif bagi masyarakat.
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Tingkatkan Daya Saing, 40 WBP Lapas Tenggarong Ikuti Penutupan Pelatihan Vokasi
  • Tingkatkan Daya Saing, 40 WBP Lapas Tenggarong Ikuti Penutupan Pelatihan Vokasi
  • Tingkatkan Daya Saing, 40 WBP Lapas Tenggarong Ikuti Penutupan Pelatihan Vokasi
  • Tingkatkan Daya Saing, 40 WBP Lapas Tenggarong Ikuti Penutupan Pelatihan Vokasi
  • Tingkatkan Daya Saing, 40 WBP Lapas Tenggarong Ikuti Penutupan Pelatihan Vokasi
  • Tingkatkan Daya Saing, 40 WBP Lapas Tenggarong Ikuti Penutupan Pelatihan Vokasi