Iklan 1060x90

Rupbasan Kupang Adakan Temu Wicara dengan Komunitas Teman Tuli Kota Kupang

Dito Pieter
22 Mei 2024, Mei 22, 2024 WIB Last Updated 2024-05-21T22:18:51Z
MediaJawa - Sehari setelah menutup kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) bahaya isyarat, Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Kelas I Kupang mengadakan temu wicara dengan Komunitas Teman Tuli (Tuna Rungu dan Tuna Wicara) Kota Kupang di Kopi Konnichiwa Fatululi Kupang, Selasa (21/05). Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Kepala Rupbasan (Karupbasan) Kupang, Sahid Andriyanto Arief, yang memperkenalkan diri serta memperkenalkan Rupbasan Kupang kepada komunitas yang hadir.

Acara ini turut diikuti oleh Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Pengamanan dan Pengelolaan (Pamlola), Rudy J. Nellu, beserta 5 orang Duta Layanan Rupbasan Kupang. Staf Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah NTT, Andraviani F. U. Laiya, dan kawan-kawan serta Juru Bahasa Isyarat (JBI) dari Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Kota Raja Kupang, Sisilia A. Kaesnube, juga turut hadir dalam kegiatan ini.

Dalam pertemuan ini, para peserta saling mengenal lebih dekat, termasuk mengetahui nama, alamat tempat tinggal, serta kegiatan sehari-hari dari komunitas teman tuli.

Antusiasme tampak dari semua yang terlibat dalam kegiatan ini, baik dalam sesi perkenalan maupun dalam berbagi ilmu. Komunitas teman tuli menunjukkan minat yang besar untuk mengetahui informasi mengenai Rupbasan Kupang, sehingga Karupbasan Kupang, Sahid Andriyanto Arief, memberikan kesempatan bagi teman-teman tuli untuk berkunjung ke Rupbasan Kupang, dan menegaskan bahwa mereka akan diterima dengan tangan terbuka. 

"Jika teman-teman tuli ingin tahu informasi lebih dalam tentang Rupbasan Kupang, saya memberikan kesempatan yang seluas-luasnya untuk mengunjungi Rupbasan Kupang. Dengan tangan terbuka, kami akan selalu menerima kunjungan teman-teman tuli," ujar Andriyanto.

Sementara itu, mewakili Komunitas Teman Tuli, Mario F. L. Lado, dengan bahasa isyaratnya menyampaikan bahwa Komunitas Teman Tuli Kota Kupang sangat bangga dengan kehadiran pimpinan dan jajaran Rupbasan Kupang.

"Kami manusia yang memiliki keterbatasan fisik untuk mendengar dan berbicara. Tetapi malam ini kami sangat bangga, karena melalui keterbatasan ini masih ada pihak tertentu, khususnya pimpinan dan jajaran Rupbasan Kupang yang ingin berbagi cerita dan pengalaman dengan kami, sehingga kami dapat mengetahuinya. Tentunya kami akan mendatangi Rupbasan Kupang untuk cari tahu informasi lebih dalam di sana agar kami memperoleh banyak pengalaman dan ilmu tentang Rupbasan Kupang," tutur Mario.

Pesan moral yang dapat dipetik dari komunitas teman tuli adalah bahwa keterbatasan tidak menghalangi mereka untuk berkreasi dan berprestasi. Banyak anggota Komunitas Teman Tuli yang bekerja sebagai Make-Up Artist (MUA), Aparatur Sipil Negara (ASN), Instruktur Zumba, dan berbagai pekerjaan positif lainnya.

Menutup kegiatan, Karupbasan Kupang mengucapkan terima kasih kepada pihak LSM PKBI Daerah NTT yang telah menjalin kerja sama dengan Rupbasan Kupang, kepada Juru Bahasa Isyarat yang telah membantu dalam kegiatan pelatihan bahasa isyarat, serta kepada Komunitas Teman Tuli yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti pertemuan dimaksud. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para Duta Layanan dan seluruh jajaran Rupbasan Kupang yang telah mengikuti pelatihan bahasa isyarat sampai selesai.

"Pelatihan bahasa isyarat ini sangat penting guna mendukung Pelayanan Publik Berbasis HAM di Rupbasan Kupang sesuai dengan harapan Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham NTT, Ibu Marciana D. Jone. Saya berharap agar silaturahmi yang telah terjalin ini tetap dijaga dengan baik dan terus berlanjut ke depannya," pungkas Andriyanto. 

- Rupbasan Kupang 
Komentar

Tampilkan

  • Rupbasan Kupang Adakan Temu Wicara dengan Komunitas Teman Tuli Kota Kupang
  • 0

Berita Terkini

Iklan